Belum lama ini saya ikutan rapat pemantapan Ormas Pemuda Pancasila Tingkat Kecamatan Cisalak, maklum walaupun kata orang saya ini adalah Kyai, Ustadz punya pesantren besar Saya tidak pernah nyaman dengan panggilan-panggilan seperti itu heheheKetika rapat saya di ber salinan SK pengurus dan tercantum sebagai pengurus bidang Rohani dan Sosbud. Tapi bukan itu yang ingin saya obrolkan, tapi kekinian Ormas loreng Orange dari para peserta rapat it sendiri, intelektualitas terlihat dari perdebat ringan jauh dari kesan arogan, dan citra lainnya yang pernah melekat di Ormas iniMembawa Nama Pancasila memang tidak gampang, tapi seandainya Pemikiran Anak-anak PP ditingkat Kecamata saja sudah cerdas dan ngelmu' masyarakat bisa angkat topi melihat transformasi kekinian para pemuda berbaju loreng ini.Saya berharap kedepan para pemuda pemudi bisa lebih baik dengan Ormas ini, memanfaatkan masa muda, ilmu dan mau terjun bersama masyarakat membangun bangsa dan negeri ini di daerahnya masing-masing. ya diakhir rapat saya membayangkan diri saya berbaju loreng berpeci hitam sasapu' bersama warga dan para pemuda lainnya, hehehe kan ada slogan kita tea'think Globally, act Locally..
Selasa, 29 Maret 2016
Pemuda Pancasila & Transformasi Kekiniannya...
Jumat, 18 Maret 2016
Ibarat Luka Yang membekas, Ibu Cellica
Ibu Bupati Ini terlalu sompral dan pemahaman agamanya dipastikan minim, Ketakutan luar biasa terlihat dari sikapnya sekarang takut di bully, takut di turunkan dan pasti takut kehilangan jabatan. Seharusnya ya diperiksa Polisi, normatif karena ada indikasi dugaan pelecehan terhadap umat Islam yang beribadah dilindungi Undang-Undang.
Saya Pikir citra seorang Muslim yang semakin tinggi keinginan ibadahnya jangan sampai malah dianggap akan jadi identik dengan kaum teroris dan kaum ISIS. Tentu saya Kecewa dan menyampaikan kekecewaan ini melalui Blog pribadi semoga dibaca Ibu Bupati dan ALLOH SWT memberikan hidayah kepada Ibu agar semakin kuat ibadahnya dan tidak terjadi korsletting.
Hati-hati Bicara hati-hati Menulis ya Bu!
Selasa, 23 Februari 2016
RIDWAN HARTIWAN RAHARUSUN, Sebuah profile Singkat
Tempat Tanggal Lahir : Cimahi, 27 Juli 1974
Pendidikan : SDN Baros 3(1986), MTsN Sukasari Cimahi (1990), MA Al Basyariyah
(1995) IAIN Sunan Gunung Djati Bandung (2001)
Pekerjaan : Pendidik sampai mati
Profesi : Konselor, Konsultan di Darul Falah Consulting
Organisasi : Ketua II Forum Pondok Pesantren (FPP Subang)
Motto : Menjalani Hidup Apa Adanya...
Alamat sekarang : Ponpes Darul Falah Subang- Jawa Barat
No. HP : 081239992724
Email : ridwanhartiwan@ymail.com
Kamis, 04 Februari 2016
BANGUN RUMAH DANA MUDAH
sebagian orang memilih membangun rumah sendiri, ketimbang membelinya
lewat developer.
Akan tetapi, membangun rumah sendiri memerlukan biaya tak sedikit
sehingga terkadang Anda harus menggunakan fasilitas pinjaman dari
institusi keuangan seperti bank. Demikian mengutip dari laman
www.rumah.com,
Untuk itu, Anda dapat memilih fasilitas Kredit Bangun Rumah (KBR)
untuk membangun rumah di atas tanah milik Anda. Ada beberapa hal yang
diperlukan untuk memperoleh KBR, yakni sertifikat tanah, Rancangan
Anggaran Bangunan (RAB), dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Sertifikat tanah, selain sebagai tanda keabsahan tanah tersebut, juga
bisa agunkan untuk mendapat KBR. Untuk membuat RAB, Anda bisa minta
bantuan kontraktor untuk membuatkan. Biasanya kontraktor memiliki
format RAB standar sehingga lebih memudahkan.
Jika belum memiliki IMB, Anda dapat mengurusnya di kecamatan (untuk
tanah maksimal 200 m2) atau ke dinas tata kota (untuk tanah lebih dari
200 m2). Proses IMB membutuhkan waktu 2-3 bulan.
Setelah menyiapkan RAB dan IMB, sertakan slip gaji (jika suami-istri
bekerja, sertakan slip gaji keduanya), fotokopi surat nikah, KTP dan
sertifikat tanah ke dalam aplikasi KBR.
Usai aplikasi diterima, petugas bank akan datang ke lokasi, dan
melihat kondisi tanah sekaligus melakukan assessment. Biasanya tidak
sampai seminggu, jika semua kondisi sesuai, petugas bank akan
menghubungi dan meminta Anda ke notaris yang ditunjuk untuk
menandatangani perjanjian. Beberapa hari kemudian, uang akan
ditransfer ke rekening Anda oleh bank yang bersangkutan.
Transfer dana untuk KBR akan dilakukan bertahan sesuai dengan tahapan
pembangunan yang dibuat oleh kontraktor dalam RAB. Pihak bank juga
akan mengawasi kemajuan pembangunan, apakah sesuai dengan yang
terdapat dalam RAB atau tidak. Lantaran, bunga relatif lebih rendah
ketimbang krendit tanpa agunan (KTA), membuat banyak pihak tergiur
menyalahgunakan uang KBR, tidak untuk membangun rumah. (Ahm)
Selasa, 02 Februari 2016
Cara Buat TDP, SIUP, NPWP dll
Pengetahuan-Apakah membuat ijin usaha SIUP & TDP harus bikin badan
usaha dulu seperti CV ? Apa perbedaan SIUP badan dan perseorangan ?
Surat Izin Usaha Terpadu (SIUP) bisa untuk badan usaha ataupun perserorangan.
Kalau memang Usaha masih baru sebaiknya usaha dijalankan dulu tanpa
ijin. Setelah stabil atau untuk keperluan pinjaman, baru mengajukan
ijin usaha. Kalau belum ada usaha, belum bisa membuat ijin, karena
harus disurvei dulu.
Perbedaan badan usaha Vs Perorangan :
Badan Usaha ( CV & PT umumnya)
1. Bisa mengikuti lelang oleh pemerintah/swasta. (semua pembelian
pemerintah pasti lewat lelang dan harus cv)
2. Sebelum mengurus perijinan, terlebih dahulu membuat badan Usaha CV
/ PT di notaris. Setelah berbadan hukum baru mengurus perijinan.
Perseorangan :
1. Baru mulai dan tidak bisa mengikuti lelang oleh pemerintah.
2. Langsung mengurus ke perijinan tanpa perlu surat usaha perseorangan.
Untuk ijin usaha perseorangan :
1. SIUP, TDP & HO itu satu paket. Tidak bisa dipisah dan 1 formulir
Untuk ijin Usaha lain :
1. Macam2 ijinnya, bentuknya juga paket, kalau pabrik, harus A, B, C,
D, (misalnya) dan tidak bisa diecer
2. Setelah mengumpulkan syarat ke pemkot. Suruh tunggu, dan akan
disurvey oleh petugas.
Sekali lagi biasanya badan hukum CV, PT, dll dibutuhkan sebagai
persyaratan ketika bertransaksi dengan pihak lain. Jika tidak diminta,
ijin perseoranganpun sudah cukup. Nah, ijin usaha juga dibutuhkan
untuk menghindari dari oknum yang suka mencari uang dengan cara
memeras.
Fungsi Ijin SIUP & TDP :
1. Untuk pengajuan pinjaman melalui CSR BUMN
2. Pengajuan pinjaman bank lebih dari 50 Jt
3. Bantuan modal/ alat dari Negara
4. Dan masih banyak lagi, silahkan ditambahi sendiri
Apa saja syarat membuat SIUP & TDP ?& Berapa biaya membuat SIUP & TDP ?
Syarat SIUP & TDP Perorangan :
1. FC sertifikat /Perjanjian sewa menyewa
2. FC IMB
3. FC PBB
4. FC NPWP
5. FC KTP
Langkah awal pembuatan SIUP dan TDP :
1. ke kantor pajak dulu dikota Anda untuk membuat NPWP, hari ini
daftar, besok siang sudah punya NPWP.
2. Lalu ke Pemkot, ke bagian perijinan, bilang saja mau bikin SIUP &
TDP. Nanti dikasih syarat2nya beserta formulir. Isi formulir tersebut
dan Setelah itu kembalikan lagi ke bagian perijinan pemkot beserta
syarat yang diminta.
3. Tinggal menunggu survei dari petugas.
4. Biaya akan ditentukan oleh besar usaha, luas lahan, jenis jalan
tempat usaha, jumlah mesin, jumlah karyawan, dll
Survey lokasi biasanya dilakukan oleh 4 orang, dari Perijinan, Satpol
PP, Poltabes dan (satunya lupa). Nah nanti dilihat & ditanya :
1. Luas tempat Usaha
2. Pakai AC atau tidak
3. Punya mesin produksi atau tidak
4. Jumlah karyawan
5. Kelas jalan depan tempat usaha
6. Modal
Komputer tidak dihitung sebagai sebagai mesin. Nantinya setiap poin ada score :
Misal modal 0-50jt score 1, 50-200jt score 2, dll
Misal lagi : jalan depan rumah klas I dapat score 3, jalan klas II
dapat score 2, dll ini berlaku untuk point lain, kemudian nanti
dikalikan nominal tertentu dan akhirnya sebagai nominal biaya ijin.
Masalah omset dll biasanya tidak ditanyakan dalam pembuatan SIUP dan
TDP karena itu hubungannya nanti sama NPWP.
Perkiraan biaya SIUP & TDP Perorangan :
Rp 500 Rb – 1 Jt
Dua hari kemudian setelah survei, dicheck lagi ke pemkot atau via
telepon, kalau udah jadi tinggal bayar biayanya . Setelah dapat tanda
terima, baru besoknya SK SIUP & TDP jadi.
Kalo bentuknya CV atau PT beda lagi. Langkah pertama bikin CV atau PT
dinotaris, terus bikin NPWP perusahaan, trus ke perijinan pemkot.
Langkah membuat NPWP yang harus dilakukan
1. Ke RT setempat minta surat pengantar untuk membuat surat domisili usaha.
2. Ke Kantor RW minta tanda tangan.
3. Ke Kantor Kelurahan untuk dibuatkan surat domisili usaha dan
ditanda tangani oleh lurah.
4. Ke Kantor Kecamatan untuk minta tanda tangan camat.
5. Bikin NPWP ke kantor Pajak.
Cara membuat NPWP :
1. Datang ke kantor pajak.
2. Bawa Materai & FC KTP
3. Besoknya keluar NPWP

Sumber : Internet


SOCRATES, PLATO GAY???
Awalnya mau bikin status, tapi kepanjangan jadi sekalian aja bikin
tulisan. Beberapa pekan terakhir di timelines media sosial banyak yang
men-share ataupun berkomentar seputar LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual
dan Transgender). Kemarin siang baca berita online, agak kaget karena
diberitakan seorang presenter multitalenta berinisial IB, diduga
seorang gay, masalah ini ramai dibicarakan setelah rekaman teleponnya
tersebar di internet. Tak kalah hebohnya kasus pembunuhan Mirna yang
berlarut-larut hingga mengalahkan teror bom sarinah pun, diduga
terlibat hubungan sesama jenis antara korban dengan Jesica yang baru
saja ditetapkan sebagai tersangka. Mudah-mudahan saja berita itu tidak
benar.
LGBT sepertinya akan menjadi berita yang populer di Indonesia untuk
beberapa hari ke depan. Setelah baca-baca beberapa sumber atau
kutipan, istilah heteroseks atau homoseks bukan merupakan produk barat
atau trend modern, namun sejarah gay dimulai sejak zaman pra sejarah,
di Gua Val Camonica Italia terdapat beberapa bukti gambar perilaku
hubungan gay pada masa itu.
Bahkan di Yunani, tempat di mana ideologi dunia lahir, ternyata para
pemikirnya adalah seorang gay juga yaitu Plato dan Socrates. Tahun
700-600 SM merupakan masa kejayaan homoseksual. Yunani terkenal dengan
orang yang perkasa, penuh kemenangan dalam setiap peperangan. The
Secret Band merupakan nama kesatuan prajurit perang Yunani dibawah
pimpinan The Great Alexandersemuanya adalah gay. Pada masa ini,
intelektual dan kekuatan, seni dan filsafat menjadi pujaan setiap
orang. Hal ini menyebabkan peradaban kaum homoseksual Yunani
menciptakan tempat-tempat para gay merawat dan mempercantik diri,
seperti salon, sauna dan lain-lain. Hal ini bisa dilihat dari
patung-patung hasil karya mereka, bagaimana mereka sangat memuja lekuk
tubuh pria, lebih daripada tubuh wanita. Plato dan Socrates adalah
filsuf gay legendaris pada saat itu. Menurut Socrates, "Hubungan yang
mulia adalah bila hubungan itu tidak menghasilkan keturunan", dan
menurut Plato, "Hubungan cinta antara dua pria memiliki nilai jauh
lebih tinggi, daripada pria dan wanita.". Bahkan ada yang menyebutkan
bahwa Socrates memiliki seorang kekasih pria bernama Alcibiades.
Lagu "We are The Champions" yang menjadi lagu wajib dan kebangsaan
dunia untuk dikumandangkan saat merayakan suatu kemenangan dan saya
juga termasuk pendengar lagu-lagu band pelantun lagu tersebut. Kita
semua tahu bahwa pelantun lagu tersebut adalah grup Band Queen dengan
Freddie Mercury sebagai vokalis. Kisah Fredy sangat tragis, akibat
kehidupannya yang gemerlap dan bergelimang uang serta Freddie memang
dikenal memiliki hubungan yang cukup bebas dengan seringnya berganti
–ganti pasanganan semuanya itu terpaksa dibayar mahal saat Freddie
divonis menderita AIDS. Saat berita kematiannya tersebar, banyak orang
yang terkejut. Sebab, kisah gemerlap kehidupannya harus berakhir
karena penyakit AIDS yang dideritanya. Tragis memang, karena Freddie
Mercury wafat saat karirnya sebagai penyanyi sedang berada di puncak
dan kematian Freddie ini merupakan cikal bakal penyakit ganas AIDS
mulai popoler dan terpublikasikan.
Dan paling terkahir saya menonton film berjudul "The Imitation Game"
yang diperankan oleh Benedict Cumberbatchdi sebagai Alan Turing. Film
itu menceritakan tentang Perang Dunia 2 antara Inggris vs Nazi. Ketika
itu seorang ilmuwan bernama Alan Turing berhasil memecahkan sandi Nazi
dengan mesinnya. Dikisahkan bahwa Alan Turing ini seorang gay, namun
dia dipenjara karena melakukan sodomi dan dikebiri secara kimia. Alan
Turing kabarnya stres karena badannya rusak lalu bunuh diri. Turunan
mesin ciptaan Turing inilah yg kemudian hari bereinkarnasi jadi
komputer modern, yang saat ini sering kita gunakan.
Di Indonesia sendiri mulai dikenal isitilah wadam yang diambil dari
kata hawa dan adam pada akhir tahun 60-an. Kata wadam menunjukkan
seseorang pria yang mempunyai prilaku menyimpang yang bersikap seperti
perempuan. Pada tahun yang sama mulai muncul organisasi Wadam yang
bernama Himpunan Wadam Djakarta (HIWAD). Organisasi tersebut merupakan
organisasi Waria pertama di Indonesia yang terletak di Jakarta.
Organisai tersebut berdiri dan difasilitasi oleh Gubernur DKI Jakarta
Raya, Ali Sadikin. Dan pada tahun 80-an muncullah organisasi gay
terbuka seperti Persaudaraan Gay Yogyakarta (PGY) (Indonesian Gay
Society (IGS)), dan GAYa NUSANTARA (GN) (Surabaya). Setelah banyaknya
kemunculan-kemunculan tersebut, organisasi Gay mulai menjamur
diberbagai kota besar.
Perdebatan soal LGBT kalau saya perhatikan dari beberapa berita dan
bacaan hasil googling sebenarnya sudah lama terjadi. Pada mulanya
muncul pertanyaan, apakah hubungan seks sejenis itu merupakan
penyakit, atau sebuah perilaku seks yang menyimpang? Padahal
jelas-jelas kalau dipikir menggunakan logika perilaku seks yang
menyimpang. Menurut mereka bagaimana jika homoseks itu adalah genetik
dan sejak lahir sudah seperti itu ? Menurut saya jika hal itu
dibenarkan, mungkin kita tak akan bereproduksi. Binatang saja memilik
naluri berhubungan dengan lawan jenisnya, padahal binatang tidak
berpikir dan hanya menggunakan instingnya. Justru yang terjadi aneh
sebagian orang-orang yang cerdas terjebak di dalamnya.
Bagi umat islam sendiri, perilaku menyimpang seperti ini sudah
dikisahkan dalam al-quran pada zaman nabi luth yang terkenal dengan
kaum sodom ( nama sodom diambil dari nama sebuah daerah dan sampai
sekarang sodom telah menjadi sebuah istilah). Lantas apa yang terjadi
dengan kaum penyuka sesama jenis ini pada waktu itu, bukan hanya
dikasih peringatan saja tapi mereka benar-benar dimusnaskan dari dunia
ini termasuk didalamnya istri Nabi Luth.
Melihat sejarah kaum nabi Luth tersebut maka harusnya menjadi rujukan
buat kita semua terutama sebagai muslim dan buat pemengang kebijakan
bahwa kaum seperti mereka (LGBT) tidak layak diberi ruang di dunia
ini. Ini bukan masalah HAM ataupun penyakit yang menjadi penyumbang
terbesar HIV AID, melainkan penyakit kronis akut yang meggerogoti
fitrah manusia.
Terakhir, sejak awal Allah tidak menciptakan satu jenis manusia
ataupun mahluk hidup di dunia ini melainkan bepasang-pasangan.
Harusnya mereka (LGBT) paham betul atau mereka telah pikun dan tidak
tahu kalau mereka telah dilahirkan dari pasangan suami istri bukan
dari pasangan gay ataupun lesbi. Dan sebagai muslim tahu bahwa kaum
seperti LGBT ini pernah dimusnahkan di muka bumi, Apakah peristiwa ini
akan terulang lagi ?. Hanya Allah yang maha mengetahui..
Waspadalah... waspadalah... waspadalah...!!!!!!!!
Sumber; Koran Facebook/Internet
Jumat, 29 Januari 2016
ATURAN COBA KENDARAAN BARU
Assalamu'alaikum.
Lama nggak bikin artikel pojok hukum, kali ini BMR mulai dari yang
ringan dulu aja ya. Itung-itung mencairkan isi otak BMR yang udah
mulai beku, sebelumnya makasih banyak buat sobat bikers yang sering
mampir ke warung BMR yang nggak jelas isinya ini hehehehehe……  oke
daripada berlama-lama berikut ilustrasinya gaes!!!
Bejo seorang pemuda perantauan yang telah sukses mengadu nasib ke
pulau seberang. Berhubung momentnya pas banget dengan liburan panjang
lebaran Bejo pengen mudik ke kampung halamannya sekalian menunjukkan
kepada keluarga di kampung kalo si Bejo sudah sukses dan memiliki
sebuah mobil. Tapi di satu sisi Bejo bingung selama diperjalanan Bejo
melihat mobil baru plat putih dengan nomor plat merah. Sempat pula
bertemu di rest area dan bertanya kepada sang pemilik mobil, kemudian
Bejo bingung dengan penjelasan yang didapat bahkan ada yang mengatakan
dengan surat jalan. Sesampainya di rumah orang tua Bejo bertanya
kepada sodaranya yang lebih paham tentang hukum, berikut penjelasannya
sobat bikers.
:D
Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan
Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Dan
Angkutan Jalan atau bisa disingkat menjadi PP No. 80 Tahun 2012,
surat-surat yang dikenal terkait Pemeriksaan kendaraan bermotor antara
lain yaitu Pasal 3 PP No. 80 Tahun 2012:
a. Surat Izin Mengemudi ("SIM"), Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor
(STNK), Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK), Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor, atau Tanda Coba Kendaraan Bermotor;
b. tanda bukti lulus uji bagi kendaraan wajib uji;
c. izin penyelenggaraan angkutan.
Untuk surat jalan, BMR udah ngubek-ubek mbah gugel dan tanya ke kawan
yang lebih paham akan hal ini. Sejatinya dalam peraturan manapun tidak
ada yang namanya surat jalan atau surat sakti dan tidak ada pula
peraturan yang mengatur tentang surat jalan. Terkait kendaraan baru
yang belum keluar STNK nya untuk sementara di berikan STCK (Surat
Tanda Coba Kendaraan) yang mana masa berlaku biasanya hanya satu bulan
saja sampai terbit STNK dan TNKB.
Di dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan atau biasa disingkat UU Lalu Lintas.
Pada dasarnya, setiap kendaraan bermotor wajib diregistrasikan,
termasuk bagi kendaraan bermotor baru, sebagaimana diatur dalam Pasal
64 ayat (2) huruf a UU Lalu Lintas. Berkaitan dengan registrasi
kendaraan bermotor baru, Pasal 65 ayat (1) UU Lalu Lintas mengatur
bahwa:
"Registrasi Kendaraan Bermotor baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal
64 ayat (2) huruf a meliputi kegiatan:
1. registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dan pemiliknya;
2. penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor; dan
3. penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor "
Terkait dengan pengoperasian kendaraan bermotor di jalan raya, setiap
kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalanan wajib dilengkapi
dengan STNK dan TNKB, sebagaimana diatur dalam Pasal 68 ayat (1) UU
Lalu Lintas . UU Lalu Lintas juga mengatur mengenai ancaman hukuman
apabila seseorang mengendarai kendaraan bermotor tanpa STNK dan TNKB,
yang diatur dalam Pasal 288 ayat (1) UU Lalu Lintas , yang
selengkapnya berbunyi:
"Setiap orang yang mengemudikan
Kendaraan Bermotor di Jalan yang
tidak dilengkapi dengan Surat Tanda
Nomor Kendaraan Bermotor atau
Surat Tanda Coba Kendaraan
Bermotor yang ditetapkan oleh
Kepolisian Negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Pasal
106 ayat (5) huruf a dipidana dengan
pidana kurungan paling lama 2 (dua)
bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) "
Adapun arti dari Surat tanda Coba Kendaraan, atau biasa disingkat
STCK, adalah tanda bukti pengesahan kendaraan bermotor sementara
berdasarkan identitas dan kepemilikannya yang telah didaftar.
STCK merupakan sarana identifikasi atau tanda bukti yang sah untuk
sementara dalam tugas forensik registrasi dan identifikasi kendaraan
bermotor.
STCK hanya diberikan kepada Badan Usaha di bidang penjualan,
pembuatan, perakitan atau pengimporan kendaraan bermotor. STCK berlaku
selama perusahaan tersebut masih menjalankan usaha;
STCK perorangan kini tidak ada lagi, kecuali pemohon dengan maksud uji
coba kendaraan bermotor yang sedang dalam taraf penelitian.
Mengacu pada pasal 69 UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas disebutkan bahwa:
1. Setiap Kendaraan Bermotor yang
belum diregistrasi dapat dioperasikan di Jalan untuk kepentingan
tertentu dengan dilengkapi Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan
Tanda Coba Nomor Kendaraan Bermotor.
2. Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan Tanda Coba Nomor Kendaraan
Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Kepolisian
Negara Republik Indonesia kepada badan usaha di bidang penjualan,
pembuatan, perakitan, atau impor Kendaraan Bermotor.
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara pemberian
dan penggunaan Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan Tanda Coba
Nomor Kendaraan Bermotor diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
Di jaman sekarang ini untuk pengurusan STCK biasanya ditangani oleh
ATPM sembari menunggu STNK dan Plat Nopol asli keluar. Setelah
mendengarkan penjeleasan yang panjang lebar Bejo akhirnya mulai
sedikit paham tentang alur dan peraturan hukum yang mengikat.
Oke sobat bikers terima kasih sudah meluangkan waktu mampir ke warung
yang nggak jelas isinya ini dan bagi sobat bikers ataupun rekan pemba
a yang lebih paham tentang hukum silahkan untuk share olmunya di kolom
komentar. BMR akan sangat senang bila ada yang mau saling berbagi ilmu
karna jujur saja BMR pun ilmunya masih terbatas. Sedangkan sumbernya
BMR dapatkan DISINI ada juga DISINI dan DISINI kemudian DISINI
Wassalamu'alaikum.
Sumber : bmr/internet


Kamis, 21 Januari 2016
Laporan Santri 5201
rumahnya dengan alasan telah habis masa observasi 40 hari lebihnya
Dari sini bisa dibaca pengakuan bahwa dia memiliki penyakit
kleptomania perlu di dalami, kebiasaan dia mengutil barang di warung
berupa uang dan barang sudah sangat mencengangkan, menganggu
ketertiban umum
Selain itu faktor orangtua menjadi dasar penting, tidak ada
pertanggungjawaban orang tua ybs, bekal uang makan dan keperluan
sehari hari ditanggulangi pondok sehingga ada faktor x yang dicurigai
dari orangtua anak tersebut. Ada yang ditutupi
Kamis, 17 Desember 2015
MENYOAL ALUMNI AL BASYARIYAH DI LUAR NEGERI
Ada juga tulisan yang di cetak "setidaknya meminta IKAPA bisa aktif di dalam bahkan di luar negeri, sebuah asa dari alumni pesantren modern dengan ribuan alumninya bahkan hingga di luar negeri, miris memang tulisan tulisan dan postingan foto ini sangat menyayaat hati jika dengan kondisi kealumnian yang kontraproduktif. Relatif tukcing dan nihil kegiatan. Sebuah realitas ketika kerinduan untuk sekedar berkumpul tembus hingga keluar negeri. Ada yang salah?
"Tidak ada" Jawab saya. Saya pun dengan bahasa foto mengungkapkan rasa rindu ini untuk berkumpul bersama teman-teman ribuan alumni.1 tahun sekali lah datang silaturahmi di pondok kepada buya dan keluarga besar al basyariyah. Dengan foto berlatar kandang meri menyiratkan kerinduan pun muncul bukan hanya diluar negeri tapi juga hingga kampung yang jauh dari perkotaan
Menelisik memang, ketika para alumni yang disebut hebat, ada di berbagai lini dan sektor kehidupan bahkan tak kurang dari mereka juga adalah mantan aktivis kampus hingga politisi tapi tak punya kekuatan menyatukan 1 ruh kebersamaan di organisasi alumni, alumni hidup terkotak kotak di kelompok angkatan. Kemana ini alumni, faina tadzhabuun?
IKAPA kamuflase, organisasi resmi alumni Al basyariyah ini memasuki tahap kematian sejarah, hidup compang camping dan nyaris tak ada kehidupan...hehehe.tragis dan tragis, dan inilah yang harus di perbaiki. Saya dengan 4 tahun menjabat organisasi ini pernah memberi warna kehidupan berorganisasi di 2009-2013. Dan ini harus menjadi tantangan para alumni sekarang untuk berani menggambar kehidupan organisasi alumni dimasa yang akan datang bukan membiarkannya mati dalam sejarahnya sendiri
Semoga didengar ribuan alumni Al Basyariyah di seluruh dunia@edisikritik
Rabu, 16 Desember 2015
IGD PUSKESMAS CISALAK?
Namun sebagai seorang komandan pesantren saya juga punya tanggung jawab besar terutama rasa khawatir saya terhadap santri saya yang terkena musibah.
Si altaf yang asal Sukabumi tiba tiba di gigit kalajengking dan meringis kesakitan sontak saya kaget dan sebisa bisa menangani dengan ala kampung
"Dia ngigit saya dua kali ini bekasnya saya sakit sekali dan panas dingin nih", kata altaf meringis
Setelah itu saya langsung tancap gas mobil bawa altaf ke Puskesmas Cisalak dengan alasan jaga jaga karena dia meringis terus. Tapi saya bingung datang ke ruang mana ini, cari ruanf UGD yang rumit dan rumit,
"Tahan dulu ini dimanaUGDnya nggak ada bacaan dan petunjuk jelas, kamu jangan meringis dulu, ntar inu dimanaa ugdnya,"kata saya saat itu
Padahal saya sudah berada di depan ugd tapi ada seorang ibu menyarankan bahwa ugd bukan disitu, tapi di depan ruanf BPJS, di belakang PONED, Rawat Inap dan ditengah malah banyak ibu yang bawa anak balita."Hadeuh kumaha ie", kata saya.sang pasien pun saya bawa bolak balik hehehe sampai akhirnya ketemu lagi petugas yang tadi nunjukkin ruang UGD."ayo pak sebelah sini", sambil menunjukkan arahnya, dengan ramah. "Mun ti tatadi, untung ie ramah jeung bagaeur petugas teh", gerentes hate saya
Disana pak di ruang tengah, yang banyak ibu -ibu", kata petugas pedaftaran
Tapi tidak ada pemunjuk arah padahal Unit gawat Darurat sangat penting bagi Puskesmas sekelas Puskesmaa Cisalak
"Yang ditengah pak, nanti saya kesana", kata petugas yang sedang ngopi di pagi hari
Saran saya ruang gawat darurat harua di ruang representatif dan mudah di lihat dan ditempat strategis tidak berbaur dengan klinik lain. Dan bagusnya ya di depan dengan petunjuk tulisan yang besar pula.
Sekedar saran kan boleh dan bisa, apalagi jika di lihat sarana prasarana di Puskesmas Cisalak berangsur lengkap dan itu saja UGD nya, UGDnya
Apapun yang terjadi kecekatan dan keramahan dalam bertugas petugas puakesmas cisalak jadi catatan saya hari ini, hehehe, murah dan alhamdulillah anaknya sekarang sehat.trims akang teteh di puskesmas cisalak
@ridwan hartiwan
Kamis, 26 November 2015
SOSMED, Mendekatkan Yang Jauh Menjauhkan Yang Dekat..
![]() |
| sumber kompasiana/internet |
Sabtu, 14 Februari 2015
GUS JA'FAR ; NUKILAN CERAMAH GUSMUS
Di antara putera-putera Kiai Saleh, pengasuh pesantren "Sabilul Muttaqin" dan sesepuh di daerah kami, Gus Jakfar-lah yang paling menarik perhatian masyarakat. Mungkin Gus Jakfar tidak sealim dan
sepandai saudara-saudaranya, tapi dia mempunyai keistimewaan
yang membuat namanya tenar hingga ke luar daerah, malah konon beberapa pejabat tinggi dari pusat memerlukan sowan khusus ke rumahnya setelah mengunjungi Kiai Saleh. Kata Kang Solikin yang dekat dengan keluarga ndalem, bahkan Kiai Saleh sendiri segan dengan anaknya yang satu itu. "Kata Kiai, Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri," cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan
putera bungsu Kiai Saleh itu.
"Saya sendiri tidak paham apa maksudnya." "Tapi, Gus Jakfar memang luar biasa,"
kata Mas Bambang, pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian subuh Kiai Saleh. "Matanya itu lho.
Sekilas saja mereka melihat kening orang, kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi.
Kalian ingat, Sumini yang anak penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu,
sebelum dilamar orang sabrang kan ketemu Gus Jakfar. Waktu itu Gus Jakfar bilang, 'Sum, kulihat keningmu kok bersinar, sudah ada yang ngelamar ya?' Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya." "Kang Kandar kan juga begitu," timpal Mas Guru Slamet. "Kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu, 'Kang, saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok, sudah capek menghirup nafas ya?' Lho, ternyata besoknya Kang Kandar meninggal." "Ya. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar," sahut Ustadz Kamil, "Nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar." "Saya malah mengalami sendiri," kata Lik Salamun, pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. "Waktu itu, tak ada hujan tak ada angin, Gus Jakfar bilang kepada saya, 'Wah, saku sampeyan kok mondol- mondol; dapat proyek besar ya?' Padahal saat itu saku saya justru sedang kemps. Dan percaya atau tidak, esok harinya saya memenangkan tender yang diselenggarakan Pemda tingkat propinsi." "Apa yang begitu itu disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan. "Mungkin saja," jawab Ustadz Kamil. "Makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar. Takut dibaca tanda-tanda buruk saya, lalu pikiran saya terganggu." *** Maka, ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah, masyarakat pun geger; terutama para santri kalong, orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin yang selama ini merasa dekat dengan beliau. Mula- mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu, kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tanda-tanda. Tak mau lagi memberikan isyarat- isyarat yang berbau ramalan. Ringkas kata, dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu," komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. "Wah, sayang sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Ke mana beliau pergi saat menghilang pun, kita tidak tahu," kata Lik Salamun. "Kalau saja kita tahu ke mana beliau pergi, mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah." "Tapi, bagaimanapun ini ada hikmahnya," ujar Ustadz Kamil. "Paling tidak, kini kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg- degan dan was-was; bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. Maka, jangan kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang, sebaiknya kita langsung saja menemui beliau." Begitulah, sesuai usul Ustadz Kamil, pada malam Jum'at sehabis wiridan salat Isya, saat mana Gus Jakfar prei, tidak mengajar; rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar, jauh melebihi yang sudah-sudah. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa rasa segan, was-was dan takut. Setelah ngobrol ke sana kemari, akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan: "Gus, di samping silaturahmi seperti biasa, malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. Singkatnya, kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. Saya kok merasa tidak berubah." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang," tukas Mas Guru Slamet, "kok sekarang tiba- tiba mak pet, sampeyan tak mau lagi membaca, bahkan diminta pun tak mau." "O, itu," kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. Diam agak lama. Baru setelah menyeruput kopi di depannya, dia melanjutkan, "Ceritanya panjang." Dia berhenti lagi, membuat kami tidak sabar, tapi kami diam saja. "Kalian ingat, saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya, membuat kami yakin bahwa dia benar- benar siap untuk bercerita. Maka serempak kami mengangguk. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km kea rah selatan. Namanya Kiai Tawakkal. Kata ayah dalam mimpi itu, hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masing-masing." "Terus terang, sejak bermimpi itu, saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada Wali Tawakkal itu. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa, saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. Ternyata, ketika sampai di sana, hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal. Baru setelah seharian melacak ke sana kemari, ada seorang tua yang memberi petunjuk." 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak di sana itu' katanya. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil; terus saja nakmas menyeberang. Begitu sampai seberang, nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. Nah, kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. Di gubuk yang terletak di tengah-tengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?'
'Kiai Tawakkal.' 'Ya, Kiai Tawakkal. Saya yakin itulah orangnya, Mbah Jogo.' "Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu, menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu." "Dan betul, di gubuk bambu yang terletak di tengah- tengah, saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri- santrinya yang rata-rata sudah tua. Saya diterima dengan penuh keramahan, seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Dan kalian tahu? Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sosoknya sebagai orang tua. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri- seri. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. Bicaranya jelas dan teratur. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti, menarik nafas panjang, baru kemudian melanjutkan, "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan tgerganggu. Saya melihat di kening beliau yang lapang ada tanda yang jelas sekali, seolah- olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar dan berbunyi 'Ahli Neraka'. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gambling. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. Pasti saya keliru. Masak seorang yang dikenal wali, berilmu tinggi, dan disegani banyak kiai yang lain, disurati sebagai ahli neraka. Tak mungkin. Saya mencoba meyakin-yakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi, tapi tak bisa. Tanda itu terus melekat di kening beliau. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. Gila!" "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau, meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian, dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjialan ini. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal, saya tidak melihat sama sekali hal- hal mencurigakan. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah; melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha, tahajjud, witir,dsb.; mengajar kitab- kitab (umumnya kitab-kitab besar); mujahadah; dzikir malam; menemui tamu; dan semacamnya. Kalaupun beliau keluar, biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau- dan ini sangat jarang sekali- mengisi pengajian umum. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam- malam tertentu; tapi menurut santri-santri yang lama, itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. Semacam lelana brata, kata mereka." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu', saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. Saya pikir, inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya." "Begitulah, pada suatu malam purnama, saya melihat Kiai keluar dengan berpakaian rapi. Melihat waktunya yang sudah larut, tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. Dengan hati-hati saya membuntutinya dari belakang; tidak terlalu dekat, tapi juga tidak terlalu jauh. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa, Kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. Akan ke mana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi; saya pun semakin berhati-hati mengikutinya, khawatir tiba- tiba Kiai menoleh ke belakang." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon, beliau berbelok. Ketika kemudian saya ikut belok, saya kaget, ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. Terdengar gelak tawa ramai sekali. Dengan bengong saya mendekati warung terpencil dengan penerangan petromak itu. Dua orang wanita- yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua- dengan dandanan yang menor sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit ke sana kemari. Tidak mungkin Kiai mampir ke warung ini, pikir saya. Ke warung biasa saja tidak pantas, apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya, memanggil-manggil nama saya. Masyaallah, saya hampir- hampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. Memang betul, mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. Ah. Dengan kikuk dan pikiran tak karuan, saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai yang saya yang duduk santai di pojok. Warung penuh dengan asap rokok. Kedua wanita menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. Kiai Tawakkal menyuruh orang disampingnya untuk bergeser, 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!' Lalu, kepada orang- orang yang ada di warung, Kiai memperkenalkan saya. Katanya, 'Ini kawan saya, dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. Cari pengalaman katanya'. Mereka yang duduknya dekat serta merta mengulurkan tangan, menjabat tangan saya dengan ramah; sementara yang jauh melambaikan tangan". "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri, masih seperti dalam mimpi, ketika tiba-tiba saya dengar Kiai menawari, 'Minum kopi ya?!' Saya mengangguk asal mengangguk. 'Kopi satu lagi, Yu!' kata Kiai kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. 'Silakan! Ini namanya rondo royal, tape goreng kebanggan warung ini! Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'-nya dan membiarkan saya bengong sendiri. Saya masih tak habis pikir, bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain bisa berada di sini. Akrab dengan orang-orang beginian; bercanda dengan wanita warung. Ah, inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya malam ini. O, pantas di keningnya kulihat tanda itu. Tiba-tiba sikap dan pandangan saya terhadap beliau berubah." 'Mas, sudah larut malam,'tiba- tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. 'Kita pulang, yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya, Kiai membayari minuman dan makanan kami, berdiri, melambai kepada semua, kemudian keluar. Seperti kerbau dicocok hidung, saya pun mengikutinya. Ternyata setelah melewati kebon sengon, Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. 'Biar cepat, kita mengambil jalan pintas saja!' katanya." "Kami melewati pematang, lalu menerobos hutan, dan akhirnya sampai di sebuah sungai. Dan, sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai, seolah- olah di atas jalan biasa saja. Sampai di seberang, beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. Beliau melambai. 'Ayo!' teriaknya. Untung saya bisa berenang; saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. Sampai di seberang, ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk- duduk di bawah pohon randu alas, menunggu. 'Kita istirahat sebentar,' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. 'Kita masih punya waktu, insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya, tiba-tiba dengan suara berwibawa, Kiai berkata mengejutkan, 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kaucari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kaubaca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda- tanda menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. Saya tidak bisa berkata apa-apa. Beliau yang kemudian terus berbicara. 'Anak muda, kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda "Ahli Neraka" di kening saya. Kau pun tidak perlu bersusah- payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. Karena, pertama, apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. Kedua, kau kan tahu, sebagaimana neraka dan sorga, aku adalah milik Allah. Maka terserah kehendak-Nya, apakah Ia memasukkan diriku ke sorga atau neraka. Untuk memasukkan hamba- Nya ke sorga atau neraka, sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. Sebagai kiai, apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang- orang di warung yang tadi kau pandang sebelah mata itu pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya, kita ingin berdekat-dekat dengan- Nya, tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. 'Kau harus lebih berhati- hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. Seperti mereka yang di warung tadi; kebanyakan mereka orang susah. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur; ujub, atau sikap- sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan: godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui. 'Ayo kita pulang!' tiba-tiba Kiai bangkit. 'Sebentar lagi subuh. Setelah sembahyang subuh nanti, kau boleh pulang.' Saya tidak merasa diusir; nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini." "Ketika saya ikut bangkit, saya celingukan. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. Dengan bingung saya terus berjalan. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau, tapi bukan surau bambu. Seperti orang linglung, saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. Tapi, jangankan Kiai Tawakkal, orang yang mirip beliau pun tak ada. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. Baru setelah sembahyang, seseorang menghampiri saya. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. Ketika saya mengiyakan, orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. 'Ini titipan Mbah Jogo, katanya milik sampeyan.' 'Beliau di mana?' tanya saya buru-buru. 'Mana saya tahu?' jawabnya. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan ke mana beliau pergi.' Begitulah ceritanya. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil mengubah sikap saya itu tetap merupakan misteri." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya, tapi kami yang dari tadi suntuk mendengarkan masih diam tercenung sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. Rembang, Mei 2002
sumber:internet
Rabu, 19 November 2014
MEKAR SAAT AZAN BERKUMANDANG
Dalam siaran persnya yang diunggah di Youtube, nampak bunga berwana kuning masih dalam kondisi kuncup sebelum adzan berkumandang. Saat suara adzan mengalun, bunga-bunga tersebut pun mekar. Alhasil bunga-bunga ini selalu mekar setiap lima waktu shalat. Mulanya CNN tak percaya dengan fenomena ini. Hal tersebut bisa dilihat dari reaksi reporter dalam video tersebut.
Nampak reporter CNN terkesima atas fenomena yang terjadi. Tatkala suara adzan berkumandang, bunga-bunga di video tersebut langsung mekar, sang reporter pun nampak kaget. Tidak sabar melihat bagaimana fenomena alam tersebut? Simak mukjizat bunga mekar saat mendengar lantunan suara adzan pada video Youtube berikut ini :
Rabu, 12 November 2014
SUBUH YANG PUNYA KEAJAIBAN
![]() |
| Buya Drs KH Saeful Azhar |
Minggu, 24 Agustus 2014
KEMENAG DI 'DELETE' DI ERA JOKOWI?
![]() |
| kalangan pesantren |
Jumat, 15 Agustus 2014
Catatan Tengah Hari dari PUSDAI
Curhat-Shalat itu tiang agama.itulah yang diajarkan para guru mengaji saya sejak kecil. Hari ini saya melihat banyak orang 'berbeda' yang juga shalat di masjid ini. Dr Rahman Maas dalam khutbah Jumat hari ini di Masjid Pusdai kesenangan dan musibah harus di terima oleh Alloh SWT. Dalam ibadah yang berat terkandung nilai yang hebat didalamnya, seperti puasa.dari sini saya bisa menilai diri walau untuk hari ini saja. Segala sesuatu yang dijalani betapapun berat urusan tersebut tentu akan ada keindahan, hikmah dan barokah tersendiri. Ibadah yang pada awalnya berat atau berbeban namun solusinya..dalam quran ada untaian doa 'afrig alaina sobro, wa tawaffana muslimiin.. Berikan kepada kami kesabaran dan wafatkan kami dalam keadaan muslim@catatan tengah hari di pusdaiSenin, 04 Agustus 2014
SAKIT HATI DENGAN FACEBOOK & SAVE PALESTINE NOW!!!
Saya sangat sakit hati dengan pertemanan semu di FB akhir akhir ini, sehingga saya walaupun untuk sementara tidak akan mengaktifkan semua akun FB, jengah saat melihat saudara-saudara kita sesama Muslim dikejar pasukan Yahudi di Gaza sana. sementara kita malah asyik ber FB ria dengan materi yang kurang perlu seolah menyakiti hati kaum Muslimin di Gaza secara tidak langsung. Selasa, 29 Juli 2014
Mudik, Macet, Maksa


TRADISI MUDIK-Tradisi ini memang saya lakukan sama seperti kebanyakan orang, mudik ke rumah orang tua di Cimahi untuk silaturahmi tahunan, Macet tidak apa apa, gak masalah kemarin juga kepegat macet di Lembang dan Bandung saat mudik ini Sabtu, 05 Juli 2014
Pemimpin Artifisial, Pemimpin Manipulatif
Kepemimpinan adalah seni, maka bagi siapa saja yang ingin memimpin dia harus mengetahui cara memimpin yang akan dia pakai untuk menggerakkan orang lain. Pemimpin dilahirkan dari tempaan yang luar biasa keras, seharusnya. Namun pemimpin adalah subjek yang harus jauh dari artifisial kepemimpinan itu sendiri, pemimpin harus lahir dari lingkungannya secara alamiah dari komunitasnya yang terdekat, dia merupakan representasi dari para pemilihnya yang jelas jelas memiliki harapan dan idea. Karenanya pemimpin adalah pilihan kumpulan manusia pemilihnya yang menjadi penyambung lidah rakyatnya bukan yang memaksakan cita cita dirinya sendiri.Sesederhana apapun sebuah organisasi harus melahirkan pemimpin yang kuat, berkarakter dan legitimated. Bukan pemimpin artifisial yang lahir dari pencitraan. So, pemimpin aklamasi adalah pemimpin yang lahir dari manipulasi demokrasi@ridwan hartiwanSenin, 30 Juni 2014
Obor Rakyat VS Obor Rahmatan Lil Alamin
![]() |
| net |
PALING NGETOP
-
NEWSRamainya Protes warga Indonesia dan isu Nasionalisasi PT Freeport memang membuat Amerika waspada, pasalnya dugaan beberapa pihak Freepor...
-
Banyak Pertanyaan teman-teman alumni Al Basyariyah kepada saya, mengenai masa depan organisasi kealumnian (ikapa)? sebagai alumni(Al-Basya...
-
SAYA SERING menceritakan kisah yang akan Anda baca ini di hadapan teman-teman yang saya kenal, atau di forum-forum yang saya hadiri, tetapi ...
-
Subang- Puluhan Guru di Subang Selatan dilatih internetan, belum lama ini (Minggu, 16/02) acara yang di gelar oleh yayasan Guna Bangsa ...
-
net Dua kekuatan Besar 'adu' kuat saat ini di ajang pilpres 2014 Republik Indonesia, Perang urat syaraf hingga kampanye hitam ...
-
Indonesia Akhirnya Kalah Dari Iran 0-3 Tim Nasional Indonesia akhirnya harus kalah dari Iran 0-3, Jum’at (02/09), harapan untuk lolo...
-
SUBANG,- Ketika berbicara mengenai partisipasi publik dalam Pasal 66 UU PPLH, sering sekali dihubungkan konsep yang dinamakan deng...
-
Subang-Semua Orang tau tentang Statement Bupati Karawang yang satu ini, sangat tersinggung dan menyakiti hati Umat Islam yang ingin meningk...
-
BANDUNG-Ada sebuah postingan seorang alumni Al Basyariyah yang dengan bangganya memperlihatkan foto-fotonya di luar negeri dengan bahasa-bah...





