Selasa, 23 Februari 2016

RIDWAN HARTIWAN RAHARUSUN, Sebuah profile Singkat

Nama Lengkap                : Ridwan Hartiwan Raharusun
Tempat Tanggal Lahir     : Cimahi, 27 Juli 1974
Pendidikan                       : SDN Baros 3(1986), MTsN Sukasari Cimahi (1990), MA Al Basyariyah
                                           (1995) IAIN Sunan Gunung Djati Bandung (2001)
Pekerjaan                         : Pendidik sampai mati
Profesi                             :  Konselor, Konsultan di Darul Falah Consulting
Organisasi                        : Ketua II Forum Pondok Pesantren (FPP Subang)
Motto                               : Menjalani Hidup Apa Adanya...
Alamat sekarang              : Ponpes Darul Falah Subang- Jawa Barat
No. HP                            :  081239992724
Email                               :  ridwanhartiwan@ymail.com

Kamis, 04 Februari 2016

BANGUN RUMAH DANA MUDAH

Jakarta - Rumah merupakan cerminan pemiliknya. Hal inilah yang membuat
sebagian orang memilih membangun rumah sendiri, ketimbang membelinya
lewat developer.

Akan tetapi, membangun rumah sendiri memerlukan biaya tak sedikit
sehingga terkadang Anda harus menggunakan fasilitas pinjaman dari
institusi keuangan seperti bank. Demikian mengutip dari laman
www.rumah.com,
Untuk itu, Anda dapat memilih fasilitas Kredit Bangun Rumah (KBR)
untuk membangun rumah di atas tanah milik Anda. Ada beberapa hal yang
diperlukan untuk memperoleh KBR, yakni sertifikat tanah, Rancangan
Anggaran Bangunan (RAB), dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sertifikat tanah, selain sebagai tanda keabsahan tanah tersebut, juga
bisa agunkan untuk mendapat KBR. Untuk membuat RAB, Anda bisa minta
bantuan kontraktor untuk membuatkan. Biasanya kontraktor memiliki
format RAB standar sehingga lebih memudahkan.

Jika belum memiliki IMB, Anda dapat mengurusnya di kecamatan (untuk
tanah maksimal 200 m2) atau ke dinas tata kota (untuk tanah lebih dari
200 m2). Proses IMB membutuhkan waktu 2-3 bulan.

Setelah menyiapkan RAB dan IMB, sertakan slip gaji (jika suami-istri
bekerja, sertakan slip gaji keduanya), fotokopi surat nikah, KTP dan
sertifikat tanah ke dalam aplikasi KBR.

Usai aplikasi diterima, petugas bank akan datang ke lokasi, dan
melihat kondisi tanah sekaligus melakukan assessment. Biasanya tidak
sampai seminggu, jika semua kondisi sesuai, petugas bank akan
menghubungi dan meminta Anda ke notaris yang ditunjuk untuk
menandatangani perjanjian. Beberapa hari kemudian, uang akan
ditransfer ke rekening Anda oleh bank yang bersangkutan.

Transfer dana untuk KBR akan dilakukan bertahan sesuai dengan tahapan
pembangunan yang dibuat oleh kontraktor dalam RAB. Pihak bank juga
akan mengawasi kemajuan pembangunan, apakah sesuai dengan yang
terdapat dalam RAB atau tidak. Lantaran, bunga relatif lebih rendah
ketimbang krendit tanpa agunan (KTA), membuat banyak pihak tergiur
menyalahgunakan uang KBR, tidak untuk membangun rumah. (Ahm)

Selasa, 02 Februari 2016

Cara Buat TDP, SIUP, NPWP dll

Cara Mengurus NPWP, SIUP ,TDP

Pengetahuan-Apakah membuat ijin usaha SIUP & TDP harus bikin badan
usaha dulu seperti CV ? Apa perbedaan SIUP badan dan perseorangan ?

Surat Izin Usaha Terpadu (SIUP) bisa untuk badan usaha ataupun perserorangan.

Kalau memang Usaha masih baru sebaiknya usaha dijalankan dulu tanpa
ijin. Setelah stabil atau untuk keperluan pinjaman, baru mengajukan
ijin usaha. Kalau belum ada usaha, belum bisa membuat ijin, karena
harus disurvei dulu.

Perbedaan badan usaha Vs Perorangan :

Badan Usaha ( CV & PT umumnya)

1. Bisa mengikuti lelang oleh pemerintah/swasta. (semua pembelian
pemerintah pasti lewat lelang dan harus cv)

2. Sebelum mengurus perijinan, terlebih dahulu membuat badan Usaha CV
/ PT di notaris. Setelah berbadan hukum baru mengurus perijinan.

Perseorangan :

1. Baru mulai dan tidak bisa mengikuti lelang oleh pemerintah.

2. Langsung mengurus ke perijinan tanpa perlu surat usaha perseorangan.

Untuk ijin usaha perseorangan :

1. SIUP, TDP & HO itu satu paket. Tidak bisa dipisah dan 1 formulir

Untuk ijin Usaha lain :

1. Macam2 ijinnya, bentuknya juga paket, kalau pabrik, harus A, B, C,
D, (misalnya) dan tidak bisa diecer

2. Setelah mengumpulkan syarat ke pemkot. Suruh tunggu, dan akan
disurvey oleh petugas.

Sekali lagi biasanya badan hukum CV, PT, dll dibutuhkan sebagai
persyaratan ketika bertransaksi dengan pihak lain. Jika tidak diminta,
ijin perseoranganpun sudah cukup. Nah, ijin usaha juga dibutuhkan
untuk menghindari dari oknum yang suka mencari uang dengan cara
memeras.

Fungsi Ijin SIUP & TDP :

1. Untuk pengajuan pinjaman melalui CSR BUMN

2. Pengajuan pinjaman bank lebih dari 50 Jt

3. Bantuan modal/ alat dari Negara

4. Dan masih banyak lagi, silahkan ditambahi sendiri

Apa saja syarat membuat SIUP & TDP ?& Berapa biaya membuat SIUP & TDP ?

Syarat SIUP & TDP Perorangan :

1. FC sertifikat /Perjanjian sewa menyewa

2. FC IMB

3. FC PBB

4. FC NPWP

5. FC KTP

Langkah awal pembuatan SIUP dan TDP :

1. ke kantor pajak dulu dikota Anda untuk membuat NPWP, hari ini
daftar, besok siang sudah punya NPWP.

2. Lalu ke Pemkot, ke bagian perijinan, bilang saja mau bikin SIUP &
TDP. Nanti dikasih syarat2nya beserta formulir. Isi formulir tersebut
dan Setelah itu kembalikan lagi ke bagian perijinan pemkot beserta
syarat yang diminta.

3. Tinggal menunggu survei dari petugas.

4. Biaya akan ditentukan oleh besar usaha, luas lahan, jenis jalan
tempat usaha, jumlah mesin, jumlah karyawan, dll

Survey lokasi biasanya dilakukan oleh 4 orang, dari Perijinan, Satpol
PP, Poltabes dan (satunya lupa). Nah nanti dilihat & ditanya :

1. Luas tempat Usaha

2. Pakai AC atau tidak

3. Punya mesin produksi atau tidak

4. Jumlah karyawan

5. Kelas jalan depan tempat usaha

6. Modal

Komputer tidak dihitung sebagai sebagai mesin. Nantinya setiap poin ada score :

Misal modal 0-50jt score 1, 50-200jt score 2, dll

Misal lagi : jalan depan rumah klas I dapat score 3, jalan klas II
dapat score 2, dll ini berlaku untuk point lain, kemudian nanti
dikalikan nominal tertentu dan akhirnya sebagai nominal biaya ijin.
Masalah omset dll biasanya tidak ditanyakan dalam pembuatan SIUP dan
TDP karena itu hubungannya nanti sama NPWP.

Perkiraan biaya SIUP & TDP Perorangan :

Rp 500 Rb – 1 Jt

Dua hari kemudian setelah survei, dicheck lagi ke pemkot atau via
telepon, kalau udah jadi tinggal bayar biayanya . Setelah dapat tanda
terima, baru besoknya SK SIUP & TDP jadi.

Kalo bentuknya CV atau PT beda lagi. Langkah pertama bikin CV atau PT
dinotaris, terus bikin NPWP perusahaan, trus ke perijinan pemkot.

Langkah membuat NPWP yang harus dilakukan

1. Ke RT setempat minta surat pengantar untuk membuat surat domisili usaha.

2. Ke Kantor RW minta tanda tangan.

3. Ke Kantor Kelurahan untuk dibuatkan surat domisili usaha dan
ditanda tangani oleh lurah.

4. Ke Kantor Kecamatan untuk minta tanda tangan camat.

5. Bikin NPWP ke kantor Pajak.

Cara membuat NPWP :

1. Datang ke kantor pajak.

2. Bawa Materai & FC KTP

3. Besoknya keluar NPWP


Sumber : Internet


SOCRATES, PLATO GAY???

Gila Bener-LGBT adalah Kaum yang Pernah Dimusnahkan di Muka Bumi

Awalnya mau bikin status, tapi kepanjangan jadi sekalian aja bikin
tulisan. Beberapa pekan terakhir di timelines media sosial banyak yang
men-share ataupun berkomentar seputar LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual
dan Transgender). Kemarin siang baca berita online, agak kaget karena
diberitakan seorang presenter multitalenta berinisial IB, diduga
seorang gay, masalah ini ramai dibicarakan setelah rekaman teleponnya
tersebar di internet. Tak kalah hebohnya kasus pembunuhan Mirna yang
berlarut-larut hingga mengalahkan teror bom sarinah pun, diduga
terlibat hubungan sesama jenis antara korban dengan Jesica yang baru
saja ditetapkan sebagai tersangka. Mudah-mudahan saja berita itu tidak
benar.

LGBT sepertinya akan menjadi berita yang populer di Indonesia untuk
beberapa hari ke depan. Setelah baca-baca beberapa sumber atau
kutipan, istilah heteroseks atau homoseks bukan merupakan produk barat
atau trend modern, namun sejarah gay dimulai sejak zaman pra sejarah,
di Gua Val Camonica Italia terdapat beberapa bukti gambar perilaku
hubungan gay pada masa itu.

Bahkan di Yunani, tempat di mana ideologi dunia lahir, ternyata para
pemikirnya adalah seorang gay juga yaitu Plato dan Socrates. Tahun
700-600 SM merupakan masa kejayaan homoseksual. Yunani terkenal dengan
orang yang perkasa, penuh kemenangan dalam setiap peperangan. The
Secret Band merupakan nama kesatuan prajurit perang Yunani dibawah
pimpinan The Great Alexandersemuanya adalah gay. Pada masa ini,
intelektual dan kekuatan, seni dan filsafat menjadi pujaan setiap
orang. Hal ini menyebabkan peradaban kaum homoseksual Yunani
menciptakan tempat-tempat para gay merawat dan mempercantik diri,
seperti salon, sauna dan lain-lain. Hal ini bisa dilihat dari
patung-patung hasil karya mereka, bagaimana mereka sangat memuja lekuk
tubuh pria, lebih daripada tubuh wanita. Plato dan Socrates adalah
filsuf gay legendaris pada saat itu. Menurut Socrates, "Hubungan yang
mulia adalah bila hubungan itu tidak menghasilkan keturunan", dan
menurut Plato, "Hubungan cinta antara dua pria memiliki nilai jauh
lebih tinggi, daripada pria dan wanita.". Bahkan ada yang menyebutkan
bahwa Socrates memiliki seorang kekasih pria bernama Alcibiades.

Lagu "We are The Champions" yang menjadi lagu wajib dan kebangsaan
dunia untuk dikumandangkan saat merayakan suatu kemenangan dan saya
juga termasuk pendengar lagu-lagu band pelantun lagu tersebut. Kita
semua tahu bahwa pelantun lagu tersebut adalah grup Band Queen dengan
Freddie Mercury sebagai vokalis. Kisah Fredy sangat tragis, akibat
kehidupannya yang gemerlap dan bergelimang uang serta Freddie memang
dikenal memiliki hubungan yang cukup bebas dengan seringnya berganti
–ganti pasanganan semuanya itu terpaksa dibayar mahal saat Freddie
divonis menderita AIDS. Saat berita kematiannya tersebar, banyak orang
yang terkejut. Sebab, kisah gemerlap kehidupannya harus berakhir
karena penyakit AIDS yang dideritanya. Tragis memang, karena Freddie
Mercury wafat saat karirnya sebagai penyanyi sedang berada di puncak
dan kematian Freddie ini merupakan cikal bakal penyakit ganas AIDS
mulai popoler dan terpublikasikan.

Dan paling terkahir saya menonton film berjudul "The Imitation Game"
yang diperankan oleh Benedict Cumberbatchdi sebagai Alan Turing. Film
itu menceritakan tentang Perang Dunia 2 antara Inggris vs Nazi. Ketika
itu seorang ilmuwan bernama Alan Turing berhasil memecahkan sandi Nazi
dengan mesinnya. Dikisahkan bahwa Alan Turing ini seorang gay, namun
dia dipenjara karena melakukan sodomi dan dikebiri secara kimia. Alan
Turing kabarnya stres karena badannya rusak lalu bunuh diri. Turunan
mesin ciptaan Turing inilah yg kemudian hari bereinkarnasi jadi
komputer modern, yang saat ini sering kita gunakan.

Di Indonesia sendiri mulai dikenal isitilah wadam yang diambil dari
kata hawa dan adam pada akhir tahun 60-an. Kata wadam menunjukkan
seseorang pria yang mempunyai prilaku menyimpang yang bersikap seperti
perempuan. Pada tahun yang sama mulai muncul organisasi Wadam yang
bernama Himpunan Wadam Djakarta (HIWAD). Organisasi tersebut merupakan
organisasi Waria pertama di Indonesia yang terletak di Jakarta.
Organisai tersebut berdiri dan difasilitasi oleh Gubernur DKI Jakarta
Raya, Ali Sadikin. Dan pada tahun 80-an muncullah organisasi gay
terbuka seperti Persaudaraan Gay Yogyakarta (PGY) (Indonesian Gay
Society (IGS)), dan GAYa NUSANTARA (GN) (Surabaya). Setelah banyaknya
kemunculan-kemunculan tersebut, organisasi Gay mulai menjamur
diberbagai kota besar.

Perdebatan soal LGBT kalau saya perhatikan dari beberapa berita dan
bacaan hasil googling sebenarnya sudah lama terjadi. Pada mulanya
muncul pertanyaan, apakah hubungan seks sejenis itu merupakan
penyakit, atau sebuah perilaku seks yang menyimpang? Padahal
jelas-jelas kalau dipikir menggunakan logika perilaku seks yang
menyimpang. Menurut mereka bagaimana jika homoseks itu adalah genetik
dan sejak lahir sudah seperti itu ? Menurut saya jika hal itu
dibenarkan, mungkin kita tak akan bereproduksi. Binatang saja memilik
naluri berhubungan dengan lawan jenisnya, padahal binatang tidak
berpikir dan hanya menggunakan instingnya. Justru yang terjadi aneh
sebagian orang-orang yang cerdas terjebak di dalamnya.

Bagi umat islam sendiri, perilaku menyimpang seperti ini sudah
dikisahkan dalam al-quran pada zaman nabi luth yang terkenal dengan
kaum sodom ( nama sodom diambil dari nama sebuah daerah dan sampai
sekarang sodom telah menjadi sebuah istilah). Lantas apa yang terjadi
dengan kaum penyuka sesama jenis ini pada waktu itu, bukan hanya
dikasih peringatan saja tapi mereka benar-benar dimusnaskan dari dunia
ini termasuk didalamnya istri Nabi Luth.

Melihat sejarah kaum nabi Luth tersebut maka harusnya menjadi rujukan
buat kita semua terutama sebagai muslim dan buat pemengang kebijakan
bahwa kaum seperti mereka (LGBT) tidak layak diberi ruang di dunia
ini. Ini bukan masalah HAM ataupun penyakit yang menjadi penyumbang
terbesar HIV AID, melainkan penyakit kronis akut yang meggerogoti
fitrah manusia.

Terakhir, sejak awal Allah tidak menciptakan satu jenis manusia
ataupun mahluk hidup di dunia ini melainkan bepasang-pasangan.
Harusnya mereka (LGBT) paham betul atau mereka telah pikun dan tidak
tahu kalau mereka telah dilahirkan dari pasangan suami istri bukan
dari pasangan gay ataupun lesbi. Dan sebagai muslim tahu bahwa kaum
seperti LGBT ini pernah dimusnahkan di muka bumi, Apakah peristiwa ini
akan terulang lagi ?. Hanya Allah yang maha mengetahui..

Waspadalah... waspadalah... waspadalah...!!!!!!!!

Sumber; Koran Facebook/Internet

Jumat, 29 Januari 2016

ATURAN COBA KENDARAAN BARU

Pojok Hukum: sedikit pembahasan tentang STCK serta dasar hukumnya

Assalamu'alaikum.
Lama nggak bikin artikel pojok hukum, kali ini BMR mulai dari yang
ringan dulu aja ya. Itung-itung mencairkan isi otak BMR yang udah
mulai beku, sebelumnya makasih banyak buat sobat bikers yang sering
mampir ke warung BMR yang nggak jelas isinya ini hehehehehe……  oke
daripada berlama-lama berikut ilustrasinya gaes!!!
Bejo seorang pemuda perantauan yang telah sukses mengadu nasib ke
pulau seberang. Berhubung momentnya pas banget dengan liburan panjang
lebaran Bejo pengen mudik ke kampung halamannya sekalian menunjukkan
kepada keluarga di kampung kalo si Bejo sudah sukses dan memiliki
sebuah mobil. Tapi di satu sisi Bejo bingung selama diperjalanan Bejo
melihat mobil baru plat putih dengan nomor plat merah. Sempat pula
bertemu di rest area dan bertanya kepada sang pemilik mobil, kemudian
Bejo bingung dengan penjelasan yang didapat bahkan ada yang mengatakan
dengan surat jalan. Sesampainya di rumah orang tua Bejo bertanya
kepada sodaranya yang lebih paham tentang hukum, berikut penjelasannya
sobat bikers.

:D

Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan
Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Dan
Angkutan Jalan atau bisa disingkat menjadi PP No. 80 Tahun 2012,
surat-surat yang dikenal terkait Pemeriksaan kendaraan bermotor antara
lain yaitu Pasal 3 PP No. 80 Tahun 2012:
a. Surat Izin Mengemudi ("SIM"), Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor
(STNK), Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK), Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor, atau Tanda Coba Kendaraan Bermotor;
b. tanda bukti lulus uji bagi kendaraan wajib uji;
c. izin penyelenggaraan angkutan.
Untuk surat jalan, BMR udah ngubek-ubek mbah gugel dan tanya ke kawan
yang lebih paham akan hal ini. Sejatinya dalam peraturan manapun tidak
ada yang namanya surat jalan atau surat sakti dan tidak ada pula
peraturan yang mengatur tentang surat jalan. Terkait kendaraan baru
yang belum keluar STNK nya untuk sementara di berikan STCK (Surat
Tanda Coba Kendaraan) yang mana masa berlaku biasanya hanya satu bulan
saja sampai terbit STNK dan TNKB.
Di dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan atau biasa disingkat UU Lalu Lintas.
Pada dasarnya, setiap kendaraan bermotor wajib diregistrasikan,
termasuk bagi kendaraan bermotor baru, sebagaimana diatur dalam Pasal
64 ayat (2) huruf a UU Lalu Lintas. Berkaitan dengan registrasi
kendaraan bermotor baru, Pasal 65 ayat (1) UU Lalu Lintas mengatur
bahwa:
"Registrasi Kendaraan Bermotor baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal
64 ayat (2) huruf a meliputi kegiatan:
1. registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dan pemiliknya;
2. penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor; dan
3. penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor "
Terkait dengan pengoperasian kendaraan bermotor di jalan raya, setiap
kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalanan wajib dilengkapi
dengan STNK dan TNKB, sebagaimana diatur dalam Pasal 68 ayat (1) UU
Lalu Lintas . UU Lalu Lintas juga mengatur mengenai ancaman hukuman
apabila seseorang mengendarai kendaraan bermotor tanpa STNK dan TNKB,
yang diatur dalam Pasal 288 ayat (1) UU Lalu Lintas , yang
selengkapnya berbunyi:
"Setiap orang yang mengemudikan
Kendaraan Bermotor di Jalan yang
tidak dilengkapi dengan Surat Tanda
Nomor Kendaraan Bermotor atau
Surat Tanda Coba Kendaraan
Bermotor yang ditetapkan oleh
Kepolisian Negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Pasal
106 ayat (5) huruf a dipidana dengan
pidana kurungan paling lama 2 (dua)
bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) "
Adapun arti dari Surat tanda Coba Kendaraan, atau biasa disingkat
STCK, adalah tanda bukti pengesahan kendaraan bermotor sementara
berdasarkan identitas dan kepemilikannya yang telah didaftar.
STCK merupakan sarana identifikasi atau tanda bukti yang sah untuk
sementara dalam tugas forensik registrasi dan identifikasi kendaraan
bermotor.

STCK hanya diberikan kepada Badan Usaha di bidang penjualan,
pembuatan, perakitan atau pengimporan kendaraan bermotor. STCK berlaku
selama perusahaan tersebut masih menjalankan usaha;
STCK perorangan kini tidak ada lagi, kecuali pemohon dengan maksud uji
coba kendaraan bermotor yang sedang dalam taraf penelitian.
Mengacu pada pasal 69 UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas disebutkan bahwa:
1. Setiap Kendaraan Bermotor yang
belum diregistrasi dapat dioperasikan di Jalan untuk kepentingan
tertentu dengan dilengkapi Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan
Tanda Coba Nomor Kendaraan Bermotor.
2. Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan Tanda Coba Nomor Kendaraan
Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Kepolisian
Negara Republik Indonesia kepada badan usaha di bidang penjualan,
pembuatan, perakitan, atau impor Kendaraan Bermotor.
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara pemberian
dan penggunaan Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan Tanda Coba
Nomor Kendaraan Bermotor diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
Di jaman sekarang ini untuk pengurusan STCK biasanya ditangani oleh
ATPM sembari menunggu STNK dan Plat Nopol asli keluar. Setelah
mendengarkan penjeleasan yang panjang lebar Bejo akhirnya mulai
sedikit paham tentang alur dan peraturan hukum yang mengikat.
Oke sobat bikers terima kasih sudah meluangkan waktu mampir ke warung
yang nggak jelas isinya ini dan bagi sobat bikers ataupun rekan pemba
a yang lebih paham tentang hukum silahkan untuk share olmunya di kolom
komentar. BMR akan sangat senang bila ada yang mau saling berbagi ilmu
karna jujur saja BMR pun ilmunya masih terbatas. Sedangkan sumbernya
BMR dapatkan DISINI ada juga DISINI dan DISINI kemudian DISINI
Wassalamu'alaikum.
Sumber : bmr/internet


Kamis, 21 Januari 2016

Laporan Santri 5201

Laporannya hari ini sesuai yang dijanjikan santri 5201 dipulangkan ke
rumahnya dengan alasan telah habis masa observasi 40 hari lebihnya

Dari sini bisa dibaca pengakuan bahwa dia memiliki penyakit
kleptomania perlu di dalami, kebiasaan dia mengutil barang di warung
berupa uang dan barang sudah sangat mencengangkan, menganggu
ketertiban umum

Selain itu faktor orangtua menjadi dasar penting, tidak ada
pertanggungjawaban orang tua ybs, bekal uang makan dan keperluan
sehari hari ditanggulangi pondok sehingga ada faktor x yang dicurigai
dari orangtua anak tersebut. Ada yang ditutupi

Kamis, 17 Desember 2015

MENYOAL ALUMNI AL BASYARIYAH DI LUAR NEGERI

BANDUNG-Ada sebuah postingan seorang alumni Al Basyariyah yang dengan bangganya memperlihatkan foto-fotonya di luar negeri dengan bahasa-bahasa santun mereka mengucapkan teeimakasihnya kepada Buya dan pondok, begitu ceritanya di medsos

Ada juga tulisan yang di cetak "setidaknya meminta IKAPA bisa aktif di dalam bahkan di luar negeri, sebuah asa dari alumni pesantren modern dengan ribuan alumninya bahkan hingga di luar negeri, miris memang tulisan tulisan dan postingan foto ini sangat menyayaat hati jika dengan kondisi kealumnian yang kontraproduktif. Relatif tukcing dan nihil kegiatan. Sebuah realitas ketika kerinduan untuk sekedar berkumpul tembus hingga keluar negeri. Ada yang salah?

"Tidak ada" Jawab saya. Saya pun dengan bahasa foto mengungkapkan rasa rindu ini untuk berkumpul bersama teman-teman ribuan alumni.1 tahun sekali lah datang silaturahmi di pondok kepada buya dan keluarga besar al basyariyah. Dengan foto berlatar kandang meri menyiratkan kerinduan pun muncul bukan hanya diluar negeri tapi juga hingga kampung yang jauh dari perkotaan

Menelisik memang, ketika para alumni yang disebut hebat, ada di berbagai lini dan sektor kehidupan bahkan tak kurang dari mereka juga adalah mantan aktivis kampus hingga politisi tapi tak punya kekuatan menyatukan 1 ruh kebersamaan di organisasi alumni, alumni hidup terkotak kotak di kelompok angkatan. Kemana ini alumni, faina tadzhabuun?

IKAPA kamuflase, organisasi resmi alumni Al basyariyah ini memasuki tahap kematian sejarah, hidup compang camping dan nyaris tak ada kehidupan...hehehe.tragis dan tragis, dan inilah yang harus di perbaiki. Saya dengan 4 tahun menjabat organisasi ini pernah memberi warna kehidupan berorganisasi di 2009-2013. Dan ini harus menjadi tantangan para alumni sekarang untuk berani menggambar kehidupan organisasi alumni dimasa yang akan datang bukan membiarkannya mati dalam sejarahnya sendiri

Semoga didengar ribuan alumni Al Basyariyah di seluruh dunia@edisikritik

Rabu, 16 Desember 2015

IGD PUSKESMAS CISALAK?

Subang- Pagihari tadi saya sudah disibukkan dengan santri yang di gigit kalajengking di kamarnya, sebagai seorang kyai yang juga jurnalis sejak 5 tahun lalu di media harian bahkan sikap kritis sudah menjadi pemikiran sehari hari ketika berada di lapangan

Namun sebagai seorang komandan pesantren saya juga punya tanggung jawab besar terutama rasa khawatir saya terhadap santri saya yang terkena musibah.

Si altaf yang asal Sukabumi tiba tiba di gigit kalajengking dan meringis kesakitan sontak saya kaget dan sebisa bisa menangani dengan ala kampung

"Dia ngigit saya dua kali ini bekasnya saya sakit sekali dan panas dingin nih", kata altaf meringis

Setelah itu saya langsung tancap gas mobil bawa altaf ke Puskesmas Cisalak dengan alasan jaga jaga karena dia meringis terus. Tapi saya bingung datang ke ruang mana ini, cari ruanf UGD yang rumit dan rumit,

"Tahan dulu ini dimanaUGDnya nggak ada bacaan dan petunjuk jelas, kamu jangan meringis dulu, ntar inu dimanaa ugdnya,"kata saya saat itu

Padahal saya sudah berada di depan ugd tapi ada seorang ibu menyarankan bahwa ugd bukan disitu, tapi di depan ruanf BPJS, di belakang PONED, Rawat Inap dan ditengah malah banyak ibu yang bawa anak balita."Hadeuh kumaha ie", kata saya.sang pasien pun saya bawa bolak balik hehehe sampai akhirnya ketemu lagi petugas yang tadi nunjukkin ruang UGD."ayo pak sebelah sini", sambil menunjukkan arahnya, dengan ramah. "Mun ti tatadi, untung ie ramah jeung bagaeur petugas teh", gerentes hate saya

Disana pak di ruang tengah, yang banyak ibu -ibu", kata petugas pedaftaran

Tapi tidak ada pemunjuk arah padahal Unit gawat Darurat sangat penting bagi Puskesmas sekelas Puskesmaa Cisalak

"Yang ditengah pak, nanti saya kesana", kata petugas yang sedang ngopi di pagi hari

Saran saya ruang gawat darurat harua di ruang representatif dan mudah di lihat dan ditempat strategis tidak berbaur dengan klinik lain. Dan bagusnya ya di depan dengan petunjuk tulisan yang besar pula.

Sekedar saran kan boleh dan bisa, apalagi jika di lihat sarana prasarana di Puskesmas Cisalak berangsur lengkap dan itu saja UGD nya, UGDnya

Apapun yang terjadi kecekatan dan keramahan dalam bertugas petugas puakesmas cisalak jadi catatan saya hari ini, hehehe, murah dan alhamdulillah anaknya sekarang sehat.trims akang teteh di puskesmas cisalak

@ridwan hartiwan

Kamis, 26 November 2015

SOSMED, Mendekatkan Yang Jauh Menjauhkan Yang Dekat..

sumber kompasiana/internet
KOMPSIANA-Pesatnya perkembangan teknologi merupakan suatu pencapaian positif umat manusia. Dengan teknologi, manusia terbantu dalam melakukan banyak hal. Bahkan seluruh kegiatan manusia kini tak lepas dari peralatan-peralatan teknologi sederhana hingga teknologi tercanggih. Dari segudang kebaikan yang dibawa teknologi dalam kehidupan manusia, teknologi rupanya membuat manusia menjadi lebih malas. Murah meriahnya kendaraan bermotor membuat manusia malas untuk berjalan, perjalanan kurang dari 500 meter saja harus menggunakan kendaraan bermotor. Cucian hanya beberapa potong saja harus dicuci dengan mesin cuci, dll. Kekhawatiran yang paling saya takutkan dari teknologi adalah pengaruh smartphone terhadap mental manusia. Jujur, saya juga termasuk orang yang kecanduan gadget, sosial media, dan ngeblog. Gadget menjauhkan kita dari keluarga yang ada didepan mata kita. "Sosial media mendekatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat". Melalui tulisan dan video yang saya lampirkan ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk berkomitmen mengurangi penggunaan gadget. Mulailah dari keluarga: saat berkumpul bersama keluarga, jauhkan gadget dari pandangan kita. Atau bisa juga dengan tidak membeli paket internet, selain menghemat, kita juga memperoleh keuntungan terhindar dari penyakit otak yang disebabkan oleh ketagihan terhadap penggunaan smartphone (search di google dampak ketagihan penggunaan gadget). Tak membeli paket internet mungkin terlalu ekstirim, karena memang internet telah menjadi kebutuhan untuk terhubung dengan keluarga atau rekan kerja kita diseberang kota, pulau atau bahkan negara yang jauh disana. Solusinya kurangilahlah kuota paket internet yang kita gunakan, cara ini dapat melatih kita untuk berfikir dua kali ketika ingin bergadget hore ria. Intinya, gunakanlah internet secukupnya, bukan sesuka hati Sekarang adalah bulan pertama saya sukses hidup tanpa membeli paket internetan, sebelumnya.. jika gadget saya tak terhubung ke internet, "sayah merasah gelisah luarh biasah pemirsah...". Saya tak lagi memperdulikan COC, Path, saat saya berada diluar kosan/rumah, saya tak lagi memegang gadget, saat berjalan saya tak lagi menggunaka headset (karena emang headsetnya hilang, ada positifnya sih headset gw hilang), tak lagi berjalan dengan menunduk sambil cek Path, Instagram dll. Tulisanku ini seakan-akan menyalahkan teknologi yah?. Hehe.. bukan, bukan teknologi yang perlu kita salahkan. Kitalah yang harus disalahkan, cara pandang kita, cara kita memanfaatkan teknologi itulah yang harus kita perbaiki. Coba lihat gambar dibawah ini: Saya tak mengajak teman-teman untuk anti terhadap teknologi, saya hanya ingin mengajak teman-teman untuk mengurangi kecanduan terhadap smartphone yang membuat kita lupa terhadap manusia-manusia disekitar kita. Justru saya sangat menyarankan teman-teman untuk memanfaatkan kemudahan, kemurahan, dan kenyamanan yang ditawarkan oleh teknologi. Kita bisa memanfaatkan WhatsApp untuk chatting sebagai pengganti SMS yang sangat mahal, kita juga bisa bertatap muka bersama orang terkasih tanpa harus membayar mahal dengan memanfaatkan Skype, dll. Namun ketika orang terdekat, tersayang, saudara, orang tua kita duduk bersama kita.. jauhkanlah gadget. Jangan biarkan "Sosial media mendekatkan yang jauh, tapi malah menjauhkan yang dekat".
  Penulis :  Tryandry/kompasiana

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/tryandry/sosmed-mendekatkan-yang-jauh-menjauhkan-yang-dekat_56569b206423bd450731f1e6


Sabtu, 14 Februari 2015

GUS JA'FAR ; NUKILAN CERAMAH GUSMUS

Di antara putera-putera Kiai
Saleh, pengasuh pesantren
"Sabilul Muttaqin" dan sesepuh
di daerah kami, Gus Jakfar-lah
yang paling menarik
perhatian masyarakat. Mungkin Gus Jakfar tidak sealim dan 
sepandai saudara-saudaranya, tapi dia mempunyai keistimewaan 
yang membuat namanya tenar hingga ke luar daerah, malah konon beberapa
pejabat tinggi dari pusat
memerlukan sowan khusus
ke rumahnya setelah
mengunjungi Kiai Saleh. Kata
Kang Solikin yang dekat dengan keluarga ndalem,
bahkan Kiai Saleh sendiri
segan dengan anaknya yang
satu itu. "Kata Kiai, Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri," cerita
Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan 
putera bungsu Kiai Saleh itu. 
"Saya sendiri tidak paham apa maksudnya." "Tapi, Gus Jakfar memang luar biasa,"
 kata Mas Bambang, pegawai Pemda yang sering
mengikuti pengajian subuh Kiai Saleh. "Matanya itu lho. 
Sekilas saja mereka melihat kening orang, kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. 
Kalian ingat,
Sumini yang anak penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu,
 sebelum dilamar orang
sabrang kan ketemu Gus
Jakfar. Waktu itu Gus Jakfar
bilang, 'Sum, kulihat
keningmu kok bersinar, sudah
ada yang ngelamar ya?' Tak lama kemudian orang sabrang
itu datang melamarnya." "Kang Kandar kan juga
begitu," timpal Mas Guru
Slamet. "Kalian kan
mendengar sendiri ketika Gus
Jakfar bilang kepada tukang
kebun SD IV itu, 'Kang, saya lihat hidung sampeyan kok
sudah bengkok, sudah capek
menghirup nafas ya?' Lho,
ternyata besoknya Kang
Kandar meninggal." "Ya. Waktu itu saya pikir Gus
Jakfar hanya berkelakar,"
sahut Ustadz Kamil, "Nggak
tahunya beliau sedang
membaca tanda pada diri Kang
Kandar." "Saya malah mengalami
sendiri," kata Lik Salamun,
pemborong yang dari tadi
sudah kepingin ikut bicara. "Waktu itu, tak ada hujan tak
ada angin, Gus Jakfar bilang
kepada saya, 'Wah, saku
sampeyan kok mondol-
mondol; dapat proyek besar
ya?' Padahal saat itu saku saya justru sedang kemps. Dan
percaya atau tidak, esok
harinya saya memenangkan
tender yang diselenggarakan
Pemda tingkat propinsi." "Apa yang begitu itu disebut
ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik
yang sejak tadi hanya asyik
mendengarkan. "Mungkin saja," jawab Ustadz
Kamil. "Makanya saya justru
takut ketemu Gus Jakfar.
Takut dibaca tanda-tanda
buruk saya, lalu pikiran saya
terganggu." *** Maka, ketika kemudian sikap
Gus Jakfar berubah,
masyarakat pun geger;
terutama para santri kalong,
orang-orang kampung yang
ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang
Solikin yang selama ini merasa
dekat dengan beliau. Mula-
mula Gus Jakfar menghilang
berminggu-minggu, kemudian
ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi
manusia biasa. Dia sama sekali
berhenti dan tak mau lagi
membaca tanda-tanda. Tak
mau lagi memberikan isyarat-
isyarat yang berbau ramalan. Ringkas kata, dia benar-benar
kehilangan keistimewaannya. "Jangan-jangan ilmu beliau
hilang pada saat beliau
menghilang itu," komentar
Mas Guru Slamet penuh
penyesalan. "Wah, sayang
sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Ke mana beliau pergi saat
menghilang pun, kita tidak
tahu," kata Lik Salamun.
"Kalau saja kita tahu ke mana
beliau pergi, mungkin kita
akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan
mengapa beliau kemudian
berubah." "Tapi, bagaimanapun ini ada
hikmahnya," ujar Ustadz
Kamil. "Paling tidak, kini kita
bisa setiap saat menemui Gus
Jakfar tanpa merasa deg-
degan dan was-was; bisa mengikuti pengajiannya
dengan niat tulus mencari
ilmu. Maka, jangan kita ingin
mengetahui apa yang terjadi
dengan gus kita ini hingga
sikapnya berubah atau ilmunya hilang, sebaiknya
kita langsung saja menemui
beliau." Begitulah, sesuai usul Ustadz
Kamil, pada malam Jum'at
sehabis wiridan salat Isya,
saat mana Gus Jakfar prei,
tidak mengajar; rombongan
santri kalong sengaja mendatangi rumahnya.


Kali ini hampir semua anggota
rombongan merasakan
keakraban Gus Jakfar, jauh
melebihi yang sudah-sudah.
Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa rasa segan,
was-was dan takut. Setelah ngobrol ke sana
kemari, akhirnya Ustadz
Kamil berterus terang
mengungkapkan maksud
utama kedatangan
rombongan: "Gus, di samping silaturahmi seperti biasa,
malam ini kami datang juga
dengan sedikit keperluan
khusus. Singkatnya, kami
penasaran dan sangat ingin
tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan." "Perubahan apa?" tanya Gus
Jakfar sambil tersenyum
penuh arti. "Sikap yang mana?
Kalian ini ada-ada saja. Saya
kok merasa tidak berubah." "Dulu sampeyan kan biasa dan
suka membaca tanda-tanda
orang," tukas Mas Guru
Slamet, "kok sekarang tiba-
tiba mak pet, sampeyan tak
mau lagi membaca, bahkan diminta pun tak mau." "O, itu," kata Gus Jakfar
seperti benar-benar baru tahu.
Tapi dia tidak segera
meneruskan bicaranya. Diam
agak lama. Baru setelah
menyeruput kopi di depannya, dia melanjutkan,
"Ceritanya panjang." Dia
berhenti lagi, membuat kami
tidak sabar, tapi kami diam
saja. "Kalian ingat, saya lama
menghilang?" akhirnya Gus
Jakfar bertanya, membuat
kami yakin bahwa dia benar-
benar siap untuk bercerita.
Maka serempak kami mengangguk. "Suatu malam
saya bermimpi ketemu ayah
dan saya disuruh mencari
seorang wali sepuh yang
tinggal di sebuah desa kecil di
lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km kea
rah selatan. Namanya Kiai
Tawakkal. Kata ayah dalam
mimpi itu, hanya kiai-kiai
tertentu yang tahu tentang
kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. Santri-santri
yang belajar kepada beliau
pun rata-rata sudah disebut
kiai di daerah masing-masing." "Terus terang, sejak bermimpi
itu, saya tidak bisa menahan
keinginan saya untuk
berkenalan dan kalau bisa
berguru kepada Wali
Tawakkal itu. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit
siapa-siapa, saya pun pergi ke
tempat yang ditunjukkan
ayah dalam mimpi dengan
niat bilbarakah dan menimba
ilmu beliau. Ternyata, ketika sampai di sana, hampir semua
orang yang saya jumpai
mengaku tidak mengenal
nama Kiai Tawakkal. Baru
setelah seharian melacak ke
sana kemari, ada seorang tua yang memberi petunjuk." 'Cobalah nakmas ikuti jalan
setapak di sana itu' katanya.
'Nanti nakmas akan berjumpa
dengan sebuah sungai kecil;
terus saja nakmas
menyeberang. Begitu sampai seberang, nakmas akan
melihat gubuk-gubuk kecil
dari bambu. Nah,
kemungkinan besar orang
yang nakmas cari akan
nakmas jumpai di sana. Di gubuk yang terletak di
tengah-tengah itulah tinggal
seorang tua seperti yang
nakmas gambarkan. Orang
sini memanggilnya Mbah Jogo.
Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?'
 'Kiai Tawakkal.' 'Ya, Kiai Tawakkal. Saya
yakin itulah orangnya, Mbah
Jogo.' "Saya pun mengikuti
petunjuk orang tua itu,
menyeberang sungai dan
menemukan sekelompok
rumah gubuk dari bambu." "Dan betul, di gubuk bambu
yang terletak di tengah-
tengah, saya menemukan Kiai
Tawakkal alias Mbah Jogo
sedang dikelilingi santri-
santrinya yang rata-rata sudah tua. Saya diterima
dengan penuh keramahan,
seolah-olah saya sudah
merupakan bagian dari
mereka. Dan kalian tahu?
Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak
mencerminkan sosoknya
sebagai orang tua. Tubuhnya
tegap dan wajahnya berseri-
seri. Kedua matanya indah
memancarkan kearifan. Bicaranya jelas dan teratur.
Hampir semua kalimat yang
meluncur dari mulut beliau
bermuatan kata-kata
hikmah." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti,
menarik nafas panjang, baru
kemudian melanjutkan,
"Hanya ada satu hal yang
membuat saya terkejut dan
tgerganggu. Saya melihat di kening beliau yang lapang ada
tanda yang jelas sekali, seolah-
olah saya membaca tulisan
dengan huruf yang cukup
besar dan berbunyi 'Ahli
Neraka'. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat
tanda yang begitu gambling.
Saya ingin tidak mempercayai
apa yang saya lihat. Pasti saya
keliru. Masak seorang yang
dikenal wali, berilmu tinggi, dan disegani banyak kiai yang
lain, disurati sebagai ahli
neraka. Tak mungkin. Saya
mencoba meyakin-yakinkan
diri saya bahwa itu hanyalah
ilusi, tapi tak bisa. Tanda itu terus melekat di kening
beliau. Bahkan belakangan
saya melihat tanda itu
semakin jelas ketika beliau
habis berwudhu. Gila!" "Akhirnya niat saya untuk
menimba ilmu kepada beliau,
meskipun secara lisan
memang saya sampaikan
demikian, dalam hati sudah
berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan
memecahkan keganjialan ini.
Beberapa hari saya amati
perilaku Kiai Tawakkal, saya
tidak melihat sama sekali hal-
hal mencurigakan. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak
begitu berbeda dengan
kebanyakan kiai yang lain:
mengimami salat jamaah;
melakukan salat-salat sunnat
seperti dhuha, tahajjud, witir,dsb.; mengajar kitab-
kitab (umumnya kitab-kitab
besar); mujahadah; dzikir
malam; menemui tamu; dan
semacamnya. Kalaupun beliau
keluar, biasanya untuk memenuhi undangan hajatan
atau- dan ini sangat jarang
sekali- mengisi pengajian
umum. Memang ada kalanya
beliau keluar pada malam-
malam tertentu; tapi menurut santri-santri yang lama, itu
pun merupakan kegiatan
rutin yang sudah dijalani Kiai
Tawakkal sejak muda.
Semacam lelana brata, kata
mereka." "Baru setelah beberapa
minggu tinggal di 'pesantren
bambu', saya mendapat
kesempatan atau tepatnya
keberanian untuk mengikuti
Kiai Tawakkal keluar. Saya pikir, inilah kesempatan
untuk mendapatkan jawaban
atas tanda tanya yang selama
ini mengganggu saya." "Begitulah, pada suatu malam
purnama, saya melihat Kiai
keluar dengan berpakaian
rapi. Melihat waktunya yang
sudah larut, tidak mungkin
beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan
atau lainnya. Dengan hati-hati
saya membuntutinya dari
belakang; tidak terlalu dekat,
tapi juga tidak terlalu jauh.
Dari jalan setapak hingga ke jalan desa, Kiai terus berjalan
dengan langkah yang tetap
tegap. Akan ke mana beliau
gerangan? Apa ini yang
disebut semacam lelana brata?
Jalanan semakin sepi; saya pun semakin berhati-hati
mengikutinya, khawatir tiba-
tiba Kiai menoleh ke
belakang." "Setelah melewati kuburan
dan kebun sengon, beliau
berbelok. Ketika kemudian
saya ikut belok, saya kaget,
ternyata sosoknya tak
kelihatan lagi. Yang terlihat justru sebuah warung yang
penuh pengunjung. Terdengar
gelak tawa ramai sekali.
Dengan bengong saya
mendekati warung terpencil
dengan penerangan petromak itu. Dua orang wanita- yang
satu masih muda dan yang
satunya lagi agak lebih tua-
dengan dandanan yang menor
sibuk melayani pelanggan
sambil menebar tawa genit ke sana kemari. Tidak mungkin
Kiai mampir ke warung ini,
pikir saya. Ke warung biasa
saja tidak pantas, apalagi
warung yang suasananya saja
mengesankan kemesuman ini. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya
dikagetkan oleh suara yang
tidak asing di telinga saya,
memanggil-manggil nama
saya. Masyaallah, saya hampir-
hampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan
saya. Memang betul, mata
saya melihat Kiai Tawakkal
melambaikan tangan dari
dalam warung. Ah. Dengan
kikuk dan pikiran tak karuan, saya pun terpaksa masuk dan
menghampiri kiai yang saya
yang duduk santai di pojok.
Warung penuh dengan asap
rokok. Kedua wanita menor
menyambut saya dengan senyum penuh arti. Kiai
Tawakkal menyuruh orang
disampingnya untuk bergeser,
'Kasi kawan saya ini tempat
sedikit!' Lalu, kepada orang-
orang yang ada di warung, Kiai memperkenalkan saya.
Katanya, 'Ini kawan saya, dia
baru datang dari daerah yang
cukup jauh. Cari pengalaman
katanya'. Mereka yang
duduknya dekat serta merta mengulurkan tangan,
menjabat tangan saya dengan
ramah; sementara yang jauh
melambaikan tangan". "Saya masih belum
sepenuhnya menguasai diri,
masih seperti dalam mimpi,
ketika tiba-tiba saya dengar
Kiai menawari, 'Minum kopi
ya?!' Saya mengangguk asal mengangguk. 'Kopi satu lagi,
Yu!' kata Kiai kepada wanita
warung sambil mendorong
piring jajan ke dekat saya.
'Silakan! Ini namanya rondo
royal, tape goreng kebanggan warung ini! Lagi-lagi saya
hanya menganggukkan
kepala asal mengangguk." "Kiai Tawakkal kemudian
asyik kembali dengan
'kawan-kawan'-nya dan
membiarkan saya bengong
sendiri. Saya masih tak habis
pikir, bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal
waliyullah dan dihormati para
kiai lain bisa berada di sini.
Akrab dengan orang-orang
beginian; bercanda dengan
wanita warung. Ah, inikah yang disebut lelana brata?
Ataukah ini merupakan dunia
lain beliau yang sengaja
disembunyikan dari
umatnya? Tiba-tiba saya
seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama
ini mengganggu saya dan
karenanya saya bersusah
payah mengikutinya malam
ini. O, pantas di keningnya
kulihat tanda itu. Tiba-tiba sikap dan pandangan saya
terhadap beliau berubah." 'Mas, sudah larut malam,'tiba-
tiba suara Kiai Tawakkal
membuyarkan lamunan saya.
'Kita pulang, yuk!' Dan tanpa
menunggu jawaban saya, Kiai
membayari minuman dan makanan kami, berdiri,
melambai kepada semua,
kemudian keluar. Seperti
kerbau dicocok hidung, saya
pun mengikutinya. Ternyata
setelah melewati kebon sengon, Kiai Tawakkal tidak
menyusuri jalan-jalan yang
tadi kami lalui. 'Biar cepat, kita
mengambil jalan pintas saja!'
katanya." "Kami melewati pematang,
lalu menerobos hutan, dan
akhirnya sampai di sebuah
sungai. Dan, sekali lagi saya
menyaksikan kejadian yang
menggoncangkan. Kiai Tawakkal berjalan di atas
permukaan air sungai, seolah-
olah di atas jalan biasa saja.
Sampai di seberang, beliau
menoleh ke arah saya yang
masih berdiri mematung. Beliau melambai. 'Ayo!'
teriaknya. Untung saya bisa
berenang; saya pun kemudian
berenang menyeberangi
sungai yang cukup lebar.
Sampai di seberang, ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-
duduk di bawah pohon randu
alas, menunggu. 'Kita istirahat
sebentar,' katanya tanpa
menengok saya yang sibuk
berpakaian. 'Kita masih punya waktu, insya Allah sebelum
subuh kita sudah sampai
pondok.' Setelah saya ikut duduk di
sampingnya, tiba-tiba dengan
suara berwibawa, Kiai
berkata mengejutkan,
'Bagaimana? Kau sudah
menemukan apa yang kaucari? Apakah kau sudah
menemukan pembenar dari
tanda yang kaubaca di kening
saya? Mengapa kau seperti
masih terkejut? Apakah kau
yang mahir melihat tanda- tanda menjadi ragu terhadap
kemahiranmu sendiri?' Dingin
air sungai rasanya semakin
menusuk mendengar rentetan
pertanyaan beliau yang
menelanjangi itu. Saya tidak bisa berkata apa-apa. Beliau
yang kemudian terus
berbicara. 'Anak muda, kau tidak perlu
mencemaskan saya hanya
karena kau melihat tanda
"Ahli Neraka" di kening saya.
Kau pun tidak perlu bersusah-
payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku
memang pantas masuk
neraka. Karena, pertama, apa
yang kau lihat belum tentu
merupakan hasil dari
pandangan kalbumu yang bening. Kedua, kau kan tahu,
sebagaimana neraka dan
sorga, aku adalah milik Allah.
Maka terserah kehendak-Nya,
apakah Ia memasukkan
diriku ke sorga atau neraka. Untuk memasukkan hamba-
Nya ke sorga atau neraka,
sebenarnyalah Ia tidak
memerlukan alasan. Sebagai
kiai, apakah kau berani
menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga
kelak? Atau kau berani
mengatakan bahwa orang-
orang di warung yang tadi
kau pandang sebelah mata itu
pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin
dipandang baik oleh-Nya, kita
ingin berdekat-dekat dengan-
Nya, tapi kita tidak berhak
menuntut balasan kebaikan
kita. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal
dari-Nya. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk.
Sementara Kiai Tawakkal
terus berbicara sambil
menepuk-nepuk punggung
saya. 'Kau harus lebih berhati-
hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah.
Cobaan yang berupa anugerah
tidak kalah gawatnya
dibanding cobaan yang berupa
penderitaan. Seperti mereka
yang di warung tadi; kebanyakan mereka orang
susah. Orang susah sulit kau
bayangkan bersikap
takabbur; ujub, atau sikap-
sikap lain yang cenderung
membesarkan diri sendiri. Berbeda dengan mereka yang
mempunyai kemampuan dan
kelebihan: godaan untuk
takabbur dan sebagainya itu
datang setiap saat. Apalagi
bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh
banyak pihak' Malam itu saya benar-benar
merasa mendapatkan
pemahaman dan pandangan
baru dari apa yang selama ini
sudah saya ketahui. 'Ayo kita pulang!' tiba-tiba
Kiai bangkit. 'Sebentar lagi
subuh. Setelah sembahyang
subuh nanti, kau boleh
pulang.' Saya tidak merasa
diusir; nyatanya memang saya sudah mendapat banyak
dari kiai luar biasa ini." "Ketika saya ikut bangkit,
saya celingukan. Kiai
Tawakkal sudah tak tampak
lagi. Dengan bingung saya
terus berjalan. Kudengar azan
subuh berkumandang dari sebuah surau, tapi bukan
surau bambu. Seperti orang
linglung, saya datangi surau
itu dengan harapan bisa
ketemu dan berjamaah salat
subuh dengan Kiai Tawakkal. Tapi, jangankan Kiai
Tawakkal, orang yang mirip
beliau pun tak ada. Tak
seorang pun dari mereka yang
berada di surau itu yang saya
kenal. Baru setelah sembahyang, seseorang
menghampiri saya. 'Apakah
sampeyan Jakfar?' tanyanya.
Ketika saya mengiyakan,
orang itu pun menyerahkan
sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang
milik saya sendiri. 'Ini titipan
Mbah Jogo, katanya milik
sampeyan.' 'Beliau di mana?' tanya saya
buru-buru. 'Mana saya tahu?' jawabnya.
'Mbah Jogo datang dan pergi
semaunya. Tak ada seorang
pun yang tahu dari mana
beliau datang dan ke mana
beliau pergi.' Begitulah ceritanya. Dan Kiai
Tawakkal alias Mbah Jogo
yang telah berhasil mengubah
sikap saya itu tetap
merupakan misteri." Gus Jakfar sudah mengakhiri
ceritanya, tapi kami yang dari
tadi suntuk mendengarkan
masih diam tercenung sampai
Gus Jakfar kembali
menawarkan suguhannya. Rembang, Mei 2002 
                                              sumber:internet 

Rabu, 19 November 2014

MEKAR SAAT AZAN BERKUMANDANG

 Amazing! Bunga Ini Mekar Saat Adzan Berkumandang : Di Azerbaijan terjadi fenomena alam yang sungguh mengagumkan, sejumlah bunga bermekaran ketika mendengar lantunan adzan berkumandang. Seperti apa?

Seakan suara adzan yang mengalun merdu membangunkan bunga-bunga yang sedang tertidur. Stasiun televisi CNN dalam saluran videonya menayangkan fenomena mukjizat lantunan adzan itu. Bunga-bunga yang mulanya kuncup secara ajaib ‘terbangun’ dan bermekaran tatkala adzan berkumandang. Fenomena luar biasa ini pun langsung mendapat perhatian media-media barat.

Dalam siaran persnya yang diunggah di Youtube, nampak bunga berwana kuning masih dalam kondisi kuncup sebelum adzan berkumandang. Saat suara adzan mengalun, bunga-bunga tersebut pun mekar. Alhasil bunga-bunga ini selalu mekar setiap lima waktu shalat. Mulanya CNN tak percaya dengan fenomena ini. Hal tersebut bisa dilihat dari reaksi reporter dalam video tersebut.

Nampak reporter CNN terkesima atas fenomena yang terjadi. Tatkala suara adzan berkumandang, bunga-bunga di video tersebut langsung mekar, sang reporter pun nampak kaget. Tidak sabar melihat bagaimana fenomena alam tersebut? Simak mukjizat bunga mekar saat mendengar lantunan suara adzan pada video Youtube berikut ini :

https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=iRqekSOnLFQ


(Sumber: Internet)

Rabu, 12 November 2014

SUBUH YANG PUNYA KEAJAIBAN




Buya Drs KH Saeful Azhar
”Penelitian mutakhir membuktikan, shalat subuh bisa menjadi terapi berbagai penyakit. Selain menghilangkan kemalasan dan menyegarkan badan, shalat yang dianggap berat oleh orang munafik ini juga dapat melancarkan peredaran darah pasca tidur. Tak hanya itu, langkah kaki ke masjid ternyata dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mengganti sel-sel rusak, memperbaiki kinerja jantung dan meningkatkan kemampuan otak, demikian antara lain tulis Syah Adnan Tharsyah dalam buku ‘Hidup Sehat dengan Shalat Subuh’.

Begitu utamanya waktu shubuh dan menghadiri shalat subuh berjamaah, sampai-sampai Rasulullah SAW., berdoa kurang lebih, “Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh.” Dan dalam hadis lain beliau SAW., memberi jaminan dengan sabdanya: ” Berpagi-pagilah kamu dalam mencari rezeki dan segala keperluan / hajat karena sesungguhnya di pagi hari itulah terdapat barakah dan keuntungan.”

Lukman Nul Hakim, ahli hikmah yang namanya dicantumkan dalam Al-Quran pernah berpesan kepada anaknya, “Wahai anakku, janganlah kamu lebih bodoh dari ayam jantan. Ditengah malam, ia berkokok untuk membangunkan orang, sementara kamu tetap tertidur lelap. ”Sungguh beralasan kalau Imad Ali Abdus Sami’ Husain mengungkapkan rasa keprihatinannya, “Sungguh, masjid-masjid di seluruh penjuru dunia ini merintih pedih dan mengeluh kepada Allah karena dijauhi oleh mayoritas kaum muslimin ketika shalat subuh tengah dilaksanakan. Kalau bukan karena ketentuan Allah bahwa benda-benda mati itu tidak bisa bicara, tentu manusia dapat mendengar suara rintihan dan gemuruh tangis masjid-masjid itu mengadu kepada Robbnya Yang Agung ” (Buku Keajaiban Sholat Subuh).”

Shalat subuh menjadi salah satu ujian terberat bagi umat Islam. Karena menurut fakta di lapangan, mayoritas kaum muslimin saat ini seringkali tak berdaya untuk mengibaskan ‘debu-debu’ kantuk yang menaburi mata keimanan dan mata jasad mereka, sehingga mata mereka seakan-akan terus saja terkatup, walaupun menara-menara azdan sampai serak suaranya dan mihrab-mihrab masjid berurai air matanya, memanggil-manggil,  dimanakah orang-orang yang shalat subuh? ”kilah Syaikh Nada Abu Ahmad dalam buku Rahasia Shalat Subuh. Padahal dalam adzan subuh itu telah ditambahkan satu kalimat khusus “Shalat lebih baik dari pada tidur-Shalat lebih baik dari pada tidur.”

Dan Rasulullah SAW., menjamin: “Barangsiapa yang melaksanakan shalat Isya secara berjamaah, maka ia seperti shalat malam separoh malam. Dan barang siapa yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, maka ia seperti shalat malam satu malam penuh” (HR.Muslim).

Mau tahu keutamaan shalat sunat sebelum shalat fardhu subuh? Nabi SAW,. menegaskan, “Shalat sunat dua rakaat sebelum shalat shubuh lebih baik dari seluruh dunia dan isinya.” Diriwayatkan dari Sayyidina Aisyah RA., beliau berkata, “Tidak ada shalat sunnah yang lebih diperhatikan Rasulullah SAW,. selain shalat sunnah sebelum shubuh.” (HR.Bukhari). Nah, pahala shalat sunat sebelum shubuh saja sudah begitu besar, apalagi shalah fardhu shubuhnya bukan ?

”Penelitian mutakhir membuktikan, shalat subuh bisa menjadi terapi berbagai penyakit. Selain menghilangkan kemalasan dan menyegarkan badan, shalat yang dianggap berat oleh orang munafik ini juga dapat melancarkan peredaran darah pasca tidur. Tak hanya itu, langkah kaki ke masjid ternyata dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mengganti sel-sel rusak, memperbaiki kinerja jantung dan meningkatkan kemampuan otak,” demikian antara lain tulis Syah Adnan Tharsyah dalam buku ‘Hidup Sehat dengan Shalat Subuh.’

Betapa dahsyatnya keutamaan orang yang menghadiri shalat shubuh di masjid tertuang dalam hadis Rasulullah SAW., “Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan malam menuju masjid bahwa mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud dan Turmuzi). Shalat shubuh menempati posisi yang sangat penting dan dimuliakan di hadapan Allah SWT. Itulah sebabnya kenapa Al-Quran merasa perlu untuk menyebut shalat shubuh secara tersendiri. Di dalamnya tersimpan kebeningan, kedamaian dan kemuliaan siapa saja yang sanggup menegakkannya dengan sempurna. Sesungguhnya Shalat Fajar (shalat shubuh) itu disaksikan (oleh malaikat) – QS. Al Isra 78, ”tutur Abu Ahmad Al Manshuri dalam buku Mu’jizat Shalat Fajar.

“Di balik pelaksanaan dua rakaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah, suatu ketika mereka terlambat shalat subuh dalam penaklukkan benteng Tastar, tragedi ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya. Yang menarik, shubuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum ‘Ad, Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya dilibas petaka pada waktu subuh yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid.” (Buku Dr.Raghib As-Sirjani).

Memang shalat shubuh merupakan standar nilai sebuah umat. Umat yang lalai akan subuh berjamaah, adalah umat yang tidak berhak mendapat kejayaan (berkah), akan tetapi berhak untuk diganti dengan yang lain. Umat yang menjaga shalat shubuh secara berjamaah adalah umat yang berhak untuk tegak kokoh di muka bumi.

Minggu, 24 Agustus 2014

KEMENAG DI 'DELETE' DI ERA JOKOWI?

kalangan pesantren
KEMENAG-Adanya isu likuidasi Kementrian Agama di era Joko Widodo akan menggegerkan banyak kalangan belum beredar sih saya pun baru melihat dari status fb teman  yangmendapat informasi dari berita rencana Tim Transisi Jokowi-JK, katanya dengan dasar yang sederhana adanya korupsi Al-Qur’an beberapa waktu lalu. Kementrian Agama yang sudah ada sejak jaman Presiden Soekarno ini akankah berakhir tragis ? permasalahan yang klasik, Soal Pengelolaan Pendidikan Madrasah yang akan di gabungkan ke Kemendiknas dan adanya Kementrian Urusan Haji Dan Umroh yang menghangat akhir akhir ini
Lalu bagaimana nasib para Penyuluh Agama dan Pondok Pesantren kelak jika Kemenag benar benar tiada di kabinetnya Jokowi? Sebuah Pertanyaan besar dengan dasar karena Kementrian Agama bukan hanya mengurusi Pendidikan dan Haji, tapi juga urusan perkawinan di daerah (KUA) dan lainnya. Saya Memprediksi rencana tersebut takkan terwujud dan banyak menghadapi hambatan dan protes masyarakat serta karyawan Kemenag sendiri, So saran saya Jokowi-JK jangan Memaksakan diri@ridwanhartiwan

Jumat, 15 Agustus 2014

Catatan Tengah Hari dari PUSDAI

Curhat-Shalat itu tiang agama.itulah yang diajarkan para guru mengaji saya sejak kecil. Hari ini saya melihat banyak orang 'berbeda' yang juga shalat di masjid ini. Dr Rahman Maas dalam khutbah Jumat hari ini di Masjid Pusdai kesenangan dan musibah harus di terima oleh Alloh SWT. Dalam ibadah yang berat terkandung nilai yang hebat didalamnya, seperti puasa.dari sini saya bisa menilai diri walau untuk hari ini saja. Segala sesuatu yang dijalani betapapun berat urusan tersebut tentu akan ada keindahan, hikmah dan barokah tersendiri. Ibadah yang pada awalnya berat atau berbeban namun solusinya..dalam quran ada untaian doa 'afrig alaina sobro, wa tawaffana muslimiin.. Berikan kepada kami kesabaran dan wafatkan kami dalam keadaan muslim@catatan tengah hari di pusdai

Senin, 04 Agustus 2014

SAKIT HATI DENGAN FACEBOOK & SAVE PALESTINE NOW!!!


Saya sangat sakit hati dengan pertemanan semu di FB akhir akhir ini, sehingga saya walaupun untuk sementara tidak akan mengaktifkan semua akun FB, jengah saat melihat saudara-saudara kita sesama Muslim dikejar pasukan Yahudi di Gaza sana. sementara kita malah asyik ber FB ria dengan materi yang kurang perlu seolah menyakiti hati kaum Muslimin di Gaza secara tidak langsung.

Berharap pertolongan ALLOH SWT dengan yakin Dia akan membantu kaum Muslimin Ghaza khususnya dan dibelahan dunia lain pada umumnya, Semoga Palestina segera merdeka dengan sesungguhnya sehingga memiliki Angkatan Perang yang hebat! Allohu Akbar !!! 


Selasa, 29 Juli 2014

Mudik, Macet, Maksa

TRADISI MUDIK-Tradisi ini memang saya lakukan sama seperti kebanyakan orang, mudik ke rumah orang tua di Cimahi untuk silaturahmi tahunan, Macet tidak apa apa, gak masalah kemarin juga kepegat macet di Lembang dan Bandung saat mudik ini 

Tinggal di pondok juga santri pada pulang. Istri juga belum punya lagi sejak 2012, Sekedar intermezzo saja, dalam 2 tahun terakhir saya selalu mudik dengan datang ke rumah orang tua dulu, besoknya jemput Arini (anak semata wayang) ke rumah ibunya di Kiara Condong bersama para sepupu dari Cimahi, 

Biasanya Besoknya antar orang tua kesana sini.'Maksa' mudik tahun inimah alhamdulillah bisa bagi bagi rezeki walau gak banyak
@thk u alloh swt


-----------------------------------------------------------------------


 Saya dan Keluarga besar Pondok Pesantren Darul Falah Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Mohon Maaf Lahir & Bathin

Sabtu, 05 Juli 2014

Pemimpin Artifisial, Pemimpin Manipulatif

Kepemimpinan adalah seni, maka bagi siapa saja yang ingin memimpin dia harus mengetahui cara memimpin yang akan dia pakai untuk menggerakkan orang lain. Pemimpin dilahirkan dari tempaan yang luar biasa keras, seharusnya. Namun pemimpin adalah subjek yang harus jauh dari artifisial kepemimpinan itu sendiri, pemimpin harus lahir dari lingkungannya secara alamiah dari komunitasnya yang terdekat, dia merupakan representasi dari para pemilihnya yang jelas jelas memiliki harapan dan idea. Karenanya pemimpin adalah pilihan kumpulan manusia pemilihnya yang menjadi penyambung lidah rakyatnya bukan yang memaksakan cita cita dirinya sendiri.Sesederhana apapun sebuah organisasi harus melahirkan pemimpin yang kuat, berkarakter dan legitimated. Bukan pemimpin artifisial yang lahir dari pencitraan. So, pemimpin aklamasi adalah pemimpin yang lahir dari manipulasi demokrasi@ridwan hartiwan

Senin, 30 Juni 2014

Obor Rakyat VS Obor Rahmatan Lil Alamin

net
Dua kekuatan Besar 'adu' kuat saat ini di ajang pilpres 2014 Republik Indonesia, Perang urat syaraf hingga kampanye hitam kerap mewarnai bagian dari pesta demokrasi negara yang berpenduduk 200 juta lebih ini

Lebih Gila lagi jika 'Perang' ini melibatkan media cetak, online juga elektronika atas nama Jurnalistik, atas nama bisnis informasi masyarakat menjadi korban yang dikesampingkan para 'calon dewa' pemimpin negeri bahari ini. 

Membaca apa yang di ungkap Tabloid Obor Rakyat yang dikirim ke Pesantren pesantren setelah saya analisa begitu mendalam saya pun menyimpulkan adanya kepentingan oknum-oknum tertentu di tubuh Partai Moncong putih yang berbeda-beda salah satunya menyinggung soal SARA, Soal sentimentil agama menurut saya memang menjadi isu SARA paling menarik untuk menjatuhkan popularitas salah satu Capres dimata masyarakat, perlu pembuktian bahwa jika Capres yang 'tersudut' oleh Tabloid Obor rakyat ini bisa memberi kontribusi nyata bagi kaum Muslimin

PDI-P memang harus punya banyak jagoan hasil didikan pertempuran di banyak medan laga, terlepas benar atau tidak tabloid tersebut  Jokowi bukanlah hasil produk pertempuran menyejarah, dia adalah anak kemarin sore yang mejeng di Mobil ESEMKA di Solo, Booming di media dengan branding blusukannya hingga akhirnya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta

Ide menerbitkan Tabloid Obor rahmatan Lil Alamin akan menjadi jawaban Jokowi soal tuduhan-tuduhan miring mengandung SARA. kepentingan tabloid penyanggah ini menjadi ril diusung konon oleh Dahlan Iskan yang kerap di juluki Bos Jawa Pos dengan ratusan koran lokal di daerah untuk menjelaskan kepada publik tuduhan tuduhan bernuansa SARA tersebut.

Tapi entahlah kita lihat kedepan apa yang akan terjadi?.....whats to be done @riil

PEMIMPIN 'AKLAMASI' SIAPA MAU ?

ORGANISASI-Sejak lama istilah aklamasi disebut sebagai istilah kemufakatan untuk mencapai sebuah tujuan dalam berorganisasi. Namun sejatinya organisasi  harus mampu  memiliki tujuan organisasi yang jelas yang salah satu dasarnya adalah mekanisme pengangkatan pemimpin. 
Harus didorong oleh siapapun dalam untuk mengesampingkan proses aklamasi dalam pemilihan seorang pemimpin organisasi. Walaupun berat tempuhlah sistem kepemimpinan demokratis dengan tahapan-tahapan musyawarah layaknya sebuah organisasi.
Pemimpin Aklamasi hanya seperti hadiah undian, dan cenderung hanya lipstik alias bukti ketidakpercayaan diri sebuah organisasi melahirkan pemimpin baru.jika sudah begitu ? wallohu a'lam bishowab (riil)

PALING NGETOP