Program bantuan untuk Pondok Pesantren asli Seratus Juta Per Pesantren kini di pertanyakan, ratusan Pesantren se-Jabar ragu pada janji Gubernur tersebut. pasalnya sebelum Pilkada Jabar janji hingga kini mengecewakan karena penuh intrik di kampanye Aher Demiz. Janji Tinggal Janji@
Selasa, 26 Maret 2013
Senin, 04 Maret 2013
DEMOKRAT, PKS, GOLKAR SAMA SAJA..TAK BERI PERUBAHAN
Gonjang Ganjing permasalahan politik di negeri tercinta Indonesia akhir akhir ini memang mengagetkan, pertarungan dengan trik dan intrik politik tingkat tinggi terjadi akhir-akhir ini, jika terdesak para elite politik selalu bersembunyi di balik baju hukum dan atas nama hukum. Saling hujat dengan memanfaatkan media cetak, eletronika dan lainnya terjadi secara terbuka.Semua partai yang menjanjikan kemajuan dan perubahan tidak terbukti, negeri ini makin hancur saja karena ulah para oknum elit politik, Kasus LHI Presiden PKS, Anas urbaningrum dan lainnya menjadi contoh buruk panggung polititik, Sejak Orde Lama, Orde baru, orde reformasi hingga rezim SBY tidak ada perubahan, kalaupun ada sekedar numpuk hutang negara yang "katanya" sudah mencapai 1000-an triliyun-an. Partai Politik hanya jadi alat pengeruk kekuasaan apalagi partai-partai besar yang menjadi pemain besar mengatur proyek sogok-sini dan sogok sana. Partai sehebat PKS pun tak mampu membina LHI yang seharusnya menjadi contoh politisi negeri ini. Golkar yang malah terus mundur, Demokrat yang amburadul dan sejumlah partai lain yang juga tak beri kontribusi positif pada Indonesia. Aturan di buat aturan di langgar, asal cair asal punya duit, sebodo negeri sendiri hancur lebur di tangan anak bangsa sendiri.Naudzu billahi min dzalik@
Sabtu, 23 Juni 2012
Score Akhir Jerman-Yunani 4-2
Yang belum tahu hasil akhir Jerman-Yunani di babak Perempat Final Euro 2012, akhirnya Yunani akui keunggulan Jerman dengan score akhir 4-2 untuk kemenangan Jerman. Yunani nyaris tak berkutik di hadapan Der Panzer. Pencetak Gol Der Panzer ; Lahm, Reus, Klose dan Khedira. Gola balasan Yunani oleh Samarras dan penyerang lainnya..hehehe
Jumat, 20 April 2012
Hidup Itu Hidup
Semua memang kembali kepada apa yang telah kita lakukan sebagai orang dewasa. Ada keharusan untuk menanamkan sikap bahwa hidup ini seperti perut kita, "kumaha teteureyan".Karenanya apa yang harus di lakukan memang harus diperhitungkan dengan matang. Hidup itu memang Hidup dan abadi, ...
Sabtu, 18 Februari 2012
Trend Tinggal di Pegunungan, menenangkan!!
Tinggal di pesantren di kawasan Pegunungan Desa Cimanggu kecamatan Cisalak saya jalani hingga kini, setiap subuh, maghrib dan isya selalu menyempatkan diri berkumpul bersama para santri, menularkan virus kecintaan pada kitab-kitab klasik termasuk Qur'an & Hadits.
Jangan tanya soal kesibukan, usai mengajar biasanya menyempatkan diri tidur sejenak, lalu mempersiapkan diri terjun sebagai jurnalis koran harian, kadang saya pulang senja atau malam, tapi menikmati heningnya malam di pesantren, me-refresh semua aktivitas yang menjenuhkan juga jadi aktivitas rutin malam menjelang subuh, berfikir jernih tentang apa saja termasuk masa depan.
Para santri dididik di pesantren ini dengan metode yang sedikit beda, mereka harus merasa belajar di rumahnya sendiri, para guru pun harus lebih menjadikan mereka sebagai anak bukan sebatas objek belajar, santri di beri kebebasan bergaul di lingkungannya, tangis dan tawa para santri menjadi energy tersendiri buat saya untuk menjalani hidup sesegar cuaca di setiap pagi. Keseimbangan hidup memang terus di jaga, kehidupan yang akan berakhir! sekedar memanfaatkan masa muda demi masa depan cerah dunia akherat!
Jangan tanya soal kesibukan, usai mengajar biasanya menyempatkan diri tidur sejenak, lalu mempersiapkan diri terjun sebagai jurnalis koran harian, kadang saya pulang senja atau malam, tapi menikmati heningnya malam di pesantren, me-refresh semua aktivitas yang menjenuhkan juga jadi aktivitas rutin malam menjelang subuh, berfikir jernih tentang apa saja termasuk masa depan.
Para santri dididik di pesantren ini dengan metode yang sedikit beda, mereka harus merasa belajar di rumahnya sendiri, para guru pun harus lebih menjadikan mereka sebagai anak bukan sebatas objek belajar, santri di beri kebebasan bergaul di lingkungannya, tangis dan tawa para santri menjadi energy tersendiri buat saya untuk menjalani hidup sesegar cuaca di setiap pagi. Keseimbangan hidup memang terus di jaga, kehidupan yang akan berakhir! sekedar memanfaatkan masa muda demi masa depan cerah dunia akherat!
Minggu, 05 Februari 2012
Teologi Cinta Sang Pemimpin
Banyak kisah sejati yang mengkisahkan para pejuang sejati dan para pemimpin yang hidupnya tak lepas dari para wanita pasangannya, ada sebuah ungkapan " di belakang lelaki yang hebat ada seorang wanita yang lebih hebat.
Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, "Asyik sekali mengobrol denganmu."
Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.
"Astaga, untung kau ketemu aku," kata Wheeler menyombong. "Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama!"
"Sayangku...," jawab istrinya, "Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin."
Kisah ini disadur dari The Best Of Bits & Pieces,
satu dari 71 Kisah dalam Buku Chicken Soup for the Couple's Soul
banyak manusia yang menjadi sukses karena dukungan dari perempuan yang menjadi istrinya. Sebaliknya, tidak sedikit juga laki-laki yang jatuh dan hancur karena perempuan yang dinikahinya.
pernikahan memang menjadi upaya penyatuan dua kekuatan yang jika berhasil melakukannya maka keberhasilan pun akan kita raih (meski harus terlebih dahulu - dan juga memakan waktu yang tidak sebentar - melewati berbagai halangan)Ini adalah kisah kutipan, Pada suatu hari, Thomas B. Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antarnegara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.
Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, "Asyik sekali mengobrol denganmu."
Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.
"Astaga, untung kau ketemu aku," kata Wheeler menyombong. "Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama!"
"Sayangku...," jawab istrinya, "Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin."
Kisah ini disadur dari The Best Of Bits & Pieces,
satu dari 71 Kisah dalam Buku Chicken Soup for the Couple's Soul
Jumat, 20 Januari 2012
Menuju Akhir kehidupan Yang Abadi...
Dalam Hidup ini pasti ada tujuan yang hendak kita capai, cita-cita yang tinggi, ambisi menggebu semua pasti akan kita "paksakan"untuk demi kemapanan hidup. ketika cita-cita tercapai, kekayaan melimpah, fasilitas serba wah didapat, apa langkah berikutnya ? dalam Al-Qur'annya ada sebuah kalimat Fa aina Tadzhabuuna?kemana kamu semua akan pergi?
"sebagai seorang yang ambisius, saya selalu berfikiran untuk tidak gagal memimpin organisasi/lembaga apapun yang diamanahkan, jaminan perubahan, kemajuan adalah garansi yang selalu saya berikan, totalitas, dan menjaga integritas tinggi juga selalu dasar motivasi untuk selalu menjadi orang yang "putih" atau bening agar di terima semua lapisan"
rencana sukses jangan hanya untuk di dunia saja, saya pun serius mempersiapkan akhir kehidupan di dunia ini di saat menjadi seorang yang tua renta, banyak hal yang sudah di perbuat dan tinggal memetik hasilnya saja, mati sebagai muslim, bersama orang-orang baik,tawaffana ma'al abrorr, tawaffana muslimaa....
Sabtu, 03 Desember 2011
SIAP LETAKKAN JABATAN KETUM DI 2012
Banyak Pertanyaan teman-teman alumni Al Basyariyah kepada saya, mengenai masa depan organisasi kealumnian (ikapa)? sebagai alumni(Al-Basyariyah), tentu saya harus selalu bertanya pada banyak teman bagaimana sepak terjang ikapa selama 4 tahun belakangan ini?, banyak yang mengakui eksistensi ikapa akhir akhir ini, kritik pun tak sedikit, hanya saya akan segera meletakkan amanah pada waktunya nanti,Saya sudah memastikan untuk tidak memperpanjang masa jabatan. Saya sudah bekerja tuntas, dan tak berniat kembali ke Al-Basyariyah lagi, 4 tahun sekarang telah menggenapkan 4 tahun di masa silam ketika masih menyandang status santri. Makna Pengabdian kepada seorang Kyai tentu sudah berubah, ada yang lebih penting untuk di fikirkan, saya akan kembali pulang, ke rumah tempat tinggal saya, Pesantren kecil yang memiliki makna begitu mendalam.
Bukan waktunya bicara loyalitas, kesetiaan, masa depan pesantren saya lebih penting, soal ummat dan Islam lebih menantang, dunia ini adalah dunia nyata yang tanpa penjelasan sekalipun anda semua telah memahaminya! Beribu kali saya berfikir tentang Al-Basyariyah tapi berulang pula hati, otak dan nurani ini menolak untuk tetap bersamanya dimasa yang akan datang.Lanjutkan Perjuangan dan Selamat Tinggal Al Basyariyah!
FREEPORT, CIA HINGGA ANCAMAN NKRI
NEWSRamainya Protes warga Indonesia dan isu Nasionalisasi PT Freeport memang membuat Amerika waspada, pasalnya dugaan beberapa pihak Freeport memang menjadi salahsatu mesin uangnya Negeri Paman Sam, sebagai orang yang tahu betapa besarnya Utang negeri ini saya merasa iri jika hasil yang di raup Amerika melalui Freeport di Indonesia lebih besar dari yang di dapat Indonesia di Papua. Penerbitan Undang Undang penananaman Modal Asing Nomor 1/1967 dan Undang Undang Pertambangan No 11/1967 di disinyalir menjadi pangkal masuknya Freeeport di Indonesia juga perusahaan lainnya, ada pula sebuah informasi bahwa untuk naskah kontraknya pun di dikte oleh seorang Agen CIA, David Rockefeller di Jenewa Swiss.
Saya menduga Kejatuhan Soekarno, CIA dan naiknya Soeharto dekade itu juga ada kaitannya dengan kerasnya Soekarno menentang Penanaman Modal Asing yang merugikan bangsa sendiri, di Zaman Soekarno laba Perminyakan saja harus 60 % keuntungannya untuk Indonesia. dan ketika Indonesia din pimpin Soeharto, mulailah ketidak adilan di terima rakyat Indonesia dari aspek kekayaan alam yang malah di kuasaui asing.
PT Freeport dalam sebuah lembaran informasi yang saya baca juga tak transparan berbagi royalti dari operasi tambang emasnya, Pengahasilan PT Freeport per hari konon sampai Rp. 180 Milyar per hari, jika sebulan pasti hingga Rp 620 Milyar dan jika setahun sudah pasti sampai pada Rp 3000 Triliyun. Wow. Fantastis......bayangkan dengan hutang negeri ini yang "hanya" Rp 1700 Triliyun.
Alasan Nasionalisasi Perusahaan Asing di benak saya yang awam sangat jelas, dengan penghasilan dari pengelolaam Sumbder daya alam Indonesia Republik ini sudah pasti bisa menjadi negeri Kaya Raya, kalau negeri ini kaya raya kedaulatan dan harga diri bangsa akan tinggi, bahkan mampu mempersenjatai diri layaknya Cina, Rusia dan USA, dan kalau itu terjadi si Negeri Kangguru pasti "ketar ketir".
Tapi Logikanya apa mampu? secara tekhnologi Indonesia tertinggal, bahkan mental korup para oknum pejabat Indonesia sudah bisa di prediksi pasti menjadi pengganjal utama impian tersebut, Sudahlah kalau ini dianggap khayalan, jangan heran jika ramalan Sammuel W. Hutinggton dengan clash of civilization-nya menjadi kenyataan, artinya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebenarnya terancam. Sebagai orang awam saya merasa miris jika kelak NKRI jatuh, TNI tak mampu berkutik karena ada asumsi keputusan politik. Nasionalisasi perusahaan asing harus dilaksanakan demi keberlanjutan NKRI.Lakukan dan Lanjutkan !( dari berbagai Sumber)
Jumat, 02 Desember 2011
Jangan Sampai "Si Anak Menteng " menganggu Kedaulatan RI
Carut-marut Papua kini, memancing-mancing tindakan represif aparat RI di sana, di satu sisi pemerintah tetap memiliki jalinan bisnis dengan negeri Kangguru itu, tapi disisi lain secara politis Australia mulai berani menganggu kedaulatan RI, apalagi setelah sang "Paman" membuka Pangkalan Militer di Darwin. Ya itulah barat, kalau kepentingannya di ganggu.
Adanya pengibaran Bendera Bintang Kejora di Australia juga nyata sikap nakal yang harus mulai di waspadai kita, setelah Timor-Timur lepas dengan alasan apapun mudah saja Barat membuat Papua merdeka, itung-itungannya ya seperti di Libya, Irak, dlsb. Kekayaan alam Papua menjadi magnet AS dan antek-anteknya berani mengintervensi.
Faktor Obama juga harus bisa di cermati lebih dalam "Di henteu henteu ge Obama lain bangsa Urang (bagaimanapun juga Obama bukan bangsa kita), pengakuan kesejarahan Obama yang pernah tinggal di Menteng juga belum bisa di jadikan dasar pembelaan terhadap Indonesia, ntar malah kejeblosan lagi, terlalu berlebihan membela Obama. Lupakan saja "Si anak Menteng" itu dan percepatlah proteksi atas kedaulatan negara, harga diri bangsa.
Lagu Dari Sabang Sampai Merauke harus terus bergaung, jangan berubah dari Sabang sampai Makassar, atau Dari Sabang sampai Bau-bau, Angkatan Bersenjata kita yang minim bukanlah alasan untuk tak berani melawan Amerika, bukankah dulu hanya dengan bambu runcing kita bisa Merdeka? hehehe, atau gaya film Janur Kuning yang memperlihatkan heroisme para pejuang tempo dulu.
Zaman Sudah berubah, perebutan pepesan kosong harus segera di akhiri, kalau kedaulatan bangsa ini penting sudahi perdebatan politik secara baik, mulailah fokus menyoal kedaulatan NKRI, saya ingin melihat Akbar Tanjung, Amien Rais hingga Azis Syamsudin, Nudirman Munir, Ruhut Sitompul, Andi Malaranggeng, dan para "ahli debat" di TV lainnya bisa memanggul senjata, hehehehe bak pejuang 45 dan ril membela negara mempertahankan NKRI, atau datanglah ke Australia dan Amerika, lawanlah mereka disana agar tak menganggu Merah Putih, just kidding.com @hehehe
Heryawan harus jadi Gubernur lagi.....
Dalam benak saya Jawa Barat kini bisa dikatakan lebih maju, kemajuan Jawa Barat bisa dilihat dari infrastruktur yang 'sedikit' terbangun, serta adanya denyut ketenaga kerjaan meningkat, atau respon cepat terhadap bencana juga musibah yang menimpa warga Jawa Barat.
Saya bukan politisi atau pendukung Ahmad Heryawan, tapi saya sangat senang dengan cara memimpin gubernur Jabar periode ini, sifat santun dan memahami fatsun-fatsun politik membuat saya berfikir ketia Ia memimpin lebih terlihat sebagai seorang bapak, dedikasi tinggi, tidak ambil pusing dengan langkah lawan-lawan politiknya hingga perhatian besar Netty Heryawan istrinya terhadap permasalahan perempuan di Jabar menjadi bahan analisa saya untuk mengukur keberhasilan kerja seorang Gubernur Jawa Barat.
Saya bahkan tak kenal dengannya, walau pernah bertemu saat ia membuka Muktamar organisasi alumni di Bandung, tapi tak ada hubungan apa-apa, tulisan saya ini sebatas pemikiran seseorang yang rindu sosok pemimpin matang, banyak berfikir tentang rakyatnya bukan soal keluarga dan keturunannya, guru senior di pesantren yang saya pimpin di Subang secara sinis menyindir, apa hasilnya kita mendukung Heryawan?, mati-matian kita hingga di kucilkan warga dulu? bahkan sampai santri-santri kita kesurupan massal usai kampanye?, Gubernur tetap tak mau bantu kita kan?, saya selalu menjawab"jangan begitu, yang sudah ya sudah, daail madhi lil maadhi", kata saya sambil tersenyum malu juga
Sebagai seorang pimpinan Pesantren saya hanya menitipkan pesan kepada beliau untuk lebih nya'ah kamasyarakat leutik, lebih memahami karakteristik masyarakat Jawa Barat, dan lebih mendengar saran kritik untuk kemauan Jawa Barat. Pilgub memang masih lama, tapi mulai terasa aroma persaingan dan pembusukannya. Walau saya tak suka partai Islam, tapi saya ingin Heryawan tetap memimpin Jawa Barat satu Periode lagi...hehehe
Selasa, 29 November 2011
Susahnya Meyakinkan Perusahaan....
Meyakinkan itu memang sulit, kebiasaan memutuskan permasalahan dengan cepat di antara anak buah saya di pesantren dan beberapa organisasi yang saya pimpin tak berlaku disini, urutannya jelas ada nasib orang lain, karier dan bertahan dari cara orang lain menjatuhkan wibawa. buat saya tidak ambil pusing, hari ini di evaluasi setelah mengambil keputusan penting dua hari sebelumnya, tapi apa yang saya lakukan sudah matang, ada analisanya dan tentu siap dengan resiko apapun. bagi saya pekerjaan penting tapi itu bukan segala-galanya.
Sebenarnya saya sudah pasrah, jika keputusan tersebut dipersalahkan, dan sebelum berangkat ke Bandung saat shalat dengan santri-santri saya sudah di tetapkan di hati untuk mau mengambil resiko, artinya jika sampai di pecat, itu sudah sangat bagus. karena keputusan itu akan sangat besar artinya bagi perusahaan karena watak perusahaan profesional ya seperti itu menghitung untung dan untung. padahal jika di itung-itung, salary sangat tidak mencukupi, untung masih ada pekerjaan lain yang profitable.
Bagi saya figur Dahlan Iskan tidak menarik dan tidak menjadikan alasan kenapa saya bergabung di Radar, sama juga dengan gaji bukan hal yang menarik dan saya tahu betul bagaimana defisitnya antara penghasilan dan pengeluaran,ya hanya bagai air mengalir saja. secara qur'ani hanya soal waktu dan manusia dalam kerugian kecuali, filosofisnya hanya karena persoalan hidup itu harus melalui perenungan dan bukan soal pekerjaan.
Hidup memang ibarat berjalan di atas rambut di belah tujuh, sangat sulit tapi peluang selamat sangat besar dan sangat tergantung pada keberanian, kehati-hatian dan faktor kebetulan-kebetulan, dasarnya sama do'a...lah@
Kamis, 08 September 2011
Timnas dan Naturalisasi yang Mubazir
Masyarakat Indonesia pantas marah melihat Timnas Indonesia kalah lagi dari negara yang di prediksi tidak lebih baik kualitas sepakbolanya, permainan Bambang Pamungkas Cs seperti anak SSB yang baru lulus kemarin sore, umpan tidak terukur, kontrol bola yang lemah dan yang lebih penting mereka gagal memiliki mental tangguh, euforia masyarakat Indonesia untuk keberhasilan timnas terganggu, dengan uji coba dan biaya mahal training, bisa bisanya PSSI di kerjai Boas yang indisipliner.
Naturalisasi juga menjadi hal yang mubazir, pemain seperti El-loco sudah usang dan harus segera di ganti, ketergantungan pada El-loco, Boas, BP harus segera di hentikan Timnas, saya memprediksi saat melawan Qatar nanti Timnas akan kalah lagi...2-1 Coba saja buktikan
Fokus & Profesional di dua dunia berbeda
Mengendalikan diri dari hal hal yang menyebalkan memang menjadi tantangan tersendiri saat ramadhan 1432 H kemarin, Alhamdulillah banyak hal positif yang bisa di dapat yang tidak bisa saya jabarkan disini, Setiap pagi pasti saya harus mengajar kitab-kitab kuning atau pengajian biasa, setelah itu waktu bekerja dengan apa saya yang biasa saya lakukan di perusahaan tempat saya bekerja, kenyataan memang tidak ada yang enak, begitulah hidup.. tapi bagaimanapun bekerja memang harus profesional, Fokus untuk santri di pesantren yang saya dirikan juga profesional pada pekerjaan saya@ridwan/radar bandung
Sabtu, 03 September 2011
Indonesia Akhirnya Kalah Dari Iran 0-3
Tim Nasional Indonesia akhirnya
harus kalah dari Iran 0-3, Jum’at (02/09), harapan untuk lolos ke Brazil memang
tinggi tapi apa boleh buat rangking 131 memang tidak lebih baik dari rangking
53, wal hasil. Tetap bersabar semoga
Tampil Di stadion Azidi Taheran
dibawah tekanan penonton dan cuaca ekstrem, Bambang Pamungkas Cs tak sanggup member
poin walaupun satu, ya… segalanya kembali pada Proses bung Djohar dan jangan asal-asalan memenej sebuah Timnas yang solid itu...(berkabung.com)
Sabtu, 01 Januari 2011
TENTANG HUJAN
Hujanlah yang tak berbuat, hujan pula yang tak bisa di atur engkau tak pernah mau tau soal mereka yang katanya punya gubernur, presiden, walikota atau bupati ketika engkau datang lihatlah ribuan orang bergembira, ribuan lainnya berduka, ada juga yang mati, celaka dan apapun keadaannya@puisi
Kamis, 10 Juni 2010
Dimanakah keadilan-Mu, ya Allah?

SAYA SERING menceritakan kisah yang akan Anda baca ini di hadapan teman-teman yang saya kenal, atau di forum-forum yang saya hadiri, tetapi tidak melalui tulisan. Baiklah saya tuliskan sekarang kisah itu.
Saya memiliki seorang sahabat, sebut saja namanya Fauzi. Kala saya mengenalnya di awal 2007, ia masih duduk di semester akhir di sebuah universitas Islam ternama di Jogjakarta. Ia kuliah dengan biayanya sendiri. Bukan sebab orangtuanya tidak mampu membiayainya, tetapi ia ingin mandiri saja. Orangtuanya cukup mampu, hanya saja ia merasa lebih puas jika kuliah dengan mencari biaya sendiri.
Salah satu sebab yang membuat saya kagum padanya adalah karena kedermawanannya. Ia memiliki empat anak asuh yatim piatu yang dibiayainya dengan uangnya sendiri untuk disekolahkan. Anak-anak Tuhan itu dimasukkan ke sebuah pesantren di Bantul, Jogjakarta. Mereka disekolahkan dari hasil jerih payahnya berjualan buku, terkadang dari hasil fee menulis artikel dan resensi di koran yang tidak seberapa hasilnya.
Suatu hari, saat ia harus memberikan jatah bulanan kepada anak-anak asuhnya itu, ia tidak memiliki uang. Ia bingung harus mencari ke mana? Hingga akhirnya, ia mendapatkan sebuah pinjaman uang dari seorang teman dan harus dikembalikan secepatnya, karena uang itu akan segera dipakai untuk membayar kredit motor yang sebentar lagi akan jatuh tempo.
Dan, besok, adalah hari dimana ia harus mengembalikan uang tersebut. Hatinya tidak karuan. Sebab, pada saat itu, ia tidak memiliki uang untuk mengembalikan pinjamannya. Semua usaha telah ia lakukan untuk mengembalikan uang itu, tetapi hasilnya selalu saja nihil.
Pada suatu malam, di saat pikirannya sedang kalut, ia berdoa kepada Allah, “Ya Allah, sekiranya hamba-Mu mengasuh anak-anak yatim ini dan Engkau memberikan pahala, maka turunkanlah pahala itu sekarang juga. Engkau tahu, kini hamba-Mu sedang butuh pertolongan-Mu. Butuh uluran tangan-Mu. Kalau Engkau benar adil, tunjukkan keadilan-Mu, ya Allah?” Demikian kira-kira cuplikan doa protes yang saya dengar dari perkataannya.
Setelah berdoa, ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi seakan-akan ada sosok manusia yang tidak dikenalnya sedang mentransfer sejumlah uang ke nomor rekeningnya. Ia mengecek pagi harinya. Dan, betul, saldonya bertambah. Subhanallah. “Uang dari manakah ini, ya Allah?” Tanyanya dalam hati.
Ia sering juga mengalami pengalaman-pengalaman mistik lain. Salah satunya, suatu kali, kala ia sedang berjualan buku, ada seseorang yang membeli semua bukunya dan tidak mau didiskon. Ini aneh. Adakah orang yang memborong semua buku tanpa mau didiskon? Adakah orang yang mau membeli semua buku—dalam jenis buku yang sama?
Pernah juga saat ia berjualan buku, seseorang yang tidak dikenal mendekatinya dan memberikan sejumlah uang kepadanya dan ia memaksanya agar menerima uang itu.
Kejadian-kejadian seperti ini membuat dirinya semakin yakin akan kekuasan, keadilan, dan kasih sayang Allah.
Saya lalu memberanikan diri untuk bertanya kepadanya, “Mengapa kamu melakukan itu, padahal saya tahu, kamu sendiri juga sering kekurangan?”
“Sahabatku, ketahuilah, Allah itu akan menolong kita jika kita menolong hamba-Nya. Kita akan dicintai-Nya jika kita mencintai hamba-Nya. Dengan begitu, saya mantap, yakin, dan tidak pernah takut akan kekurangan harta, sebab Allah selalu mengirimkan pertolongan-Nya kepada saya.”
Fauzi adalah contoh manusia yang telah tercerahkan spiritualnya. Ia telah meyakini secara kuat bahwa Tuhan dapat didekati kala ia mendekat kepada hamba-Nya. Jangan pernah berharap kita mampu mendekati-Nya, kalau kita masih pelit, cuek, dan egois. Dan, kini, Fauzi sudah tidak mahasiswa lagi. Ia sudah menjadi sarjana betulan. Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengannya. Sekarang, dia mengelola sebuah penerbitan di Jogjakarta yang sedang naik daun.
Dicuplik dari buku SOLUSI TIDAK TERDUGA.
Masih ada 60 kisah menarik lainnya yang dapat Anda baca dalam buku tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
PALING NGETOP
-
NEWSRamainya Protes warga Indonesia dan isu Nasionalisasi PT Freeport memang membuat Amerika waspada, pasalnya dugaan beberapa pihak Freepor...
-
Banyak Pertanyaan teman-teman alumni Al Basyariyah kepada saya, mengenai masa depan organisasi kealumnian (ikapa)? sebagai alumni(Al-Basya...
-
SAYA SERING menceritakan kisah yang akan Anda baca ini di hadapan teman-teman yang saya kenal, atau di forum-forum yang saya hadiri, tetapi ...
-
Subang- Puluhan Guru di Subang Selatan dilatih internetan, belum lama ini (Minggu, 16/02) acara yang di gelar oleh yayasan Guna Bangsa ...
-
net Dua kekuatan Besar 'adu' kuat saat ini di ajang pilpres 2014 Republik Indonesia, Perang urat syaraf hingga kampanye hitam ...
-
Indonesia Akhirnya Kalah Dari Iran 0-3 Tim Nasional Indonesia akhirnya harus kalah dari Iran 0-3, Jum’at (02/09), harapan untuk lolo...
-
SUBANG,- Ketika berbicara mengenai partisipasi publik dalam Pasal 66 UU PPLH, sering sekali dihubungkan konsep yang dinamakan deng...
-
Subang-Semua Orang tau tentang Statement Bupati Karawang yang satu ini, sangat tersinggung dan menyakiti hati Umat Islam yang ingin meningk...
-
BANDUNG-Ada sebuah postingan seorang alumni Al Basyariyah yang dengan bangganya memperlihatkan foto-fotonya di luar negeri dengan bahasa-bah...


